Jakarta, CNBC Indonesia - Perum Bulog menutup 2025 dengan capaian kinerja tertinggi sepanjang sejarah. Total pengadaan setara beras mencapai 3.191.969 ton, menjadi rekor sejak Bulog berdiri pada 1968. Capaian ini memperkuat peran Bulog sebagai instrumen negara dalam menjaga ketahanan dan stabilitas pangan nasional.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebut capaian tersebut sebagai hasil kerja kolaboratif lintas lembaga.
"Pengadaan tertinggi, suatu pencapaian luar biasa dibantu TNI Polri dan seluruh stakeholder pemerintah," sebut Rizal dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat (2/1/2026).
Rizal memaparkan, hingga 31 Desember 2025, pengadaan Bulog setara beras 3.191.969 ton, berasal dari penyerapan 4.537.490 ton Gabah Kering Panen (GKP), 6.863 ton Gabah Kering Giling (GKG), serta 765.504 ton beras. Seluruhnya menjadi capaian tertinggi sepanjang perjalanan Bulog.
"Penyerapan GKP 4,35 juta ton ini juga pencapaian tertinggi 1968-2025. Total pengadaan setara beras 3.191.969 ton. Ini tertinggi selama berdirinya Bulog dari 1968," ujarnya.
Selain beras, Bulog mencatat pengadaan jagung dalam negeri sebesar 101.968 ton, terdiri atas 101.770 ton melalui skema PSO dan 198 ton komersial.
"Jagung 101.770 ton PSO, 198 ton komersial, ini juga tertinggi," sebut dia.
Distribusi Bansos & SPHP Lebih Tepat SasaranPada sisi distribusi, Bulog menyalurkan Bantuan Pangan sepanjang 2025 sebesar 707.929 ton.
"Penyaluran bantuan pangan 707.929 ton untuk 2025, karena tidak sepanjang tahun, hanya empat bulan, sehingga pagunya seperti ini," jelas Ahmad Rizal.
Sementara itu, penyaluran SPHP beras mencapai 802.939 ton. Adapun pola distribusi SPHP tahun ini diubah agar dampaknya lebih terasa ke konsumen.
"Penyaluran SPHP tahun ini agak berbeda. Kalau dulu langsung ke grosir sehingga capaiannya lebih besar, tapi dampaknya berisiko dioplos. Sekarang tidak ke grosir, tapi langsung ke pengecer sampai ritel, memotong jalur D1 dan D2 agar memastikan tidak dioplos dan betul-betul murah serta tidak dimainkan," jelasnya.
Untuk SPHP jagung, Bulog menyalurkan 51.211 ton hanya dalam dua bulan terakhir 2025.
"SPHP jagung 51.211 ton dalam dua bulan. Ini karena kemarin harga jagung sempat naik di pasaran, khususnya untuk pakan ternak. Arahan Presiden dan Menko Pangan, Bulog menyalurkan SPHP jagung supaya peternak mendapat pakan murah," terang dia.
GPM Rekor MURI & Stok Awal 2026Program Gerakan Pangan Murah (GPM) juga digelar masif sepanjang 2025. Total pelaksanaan mencapai 4.337 titik di seluruh Indonesia dan mengantarkan Bulog meraih rekor MURI.
"Gerakan pangan murah sekarang luar biasa. Baru 2025 Bulog bisa mencapai 4.337 titik. Peran TNI Polri bahkan pengecer di lapangan sangat besar," kata Ahmad Rizal.
Dari total penyerapan 4,35 juta ton gabah, stok PSO Bulog pada akhir 2025 hingga awal 2026 tercatat 3.248.472 ton.
"Dari 4,35 juta ton itu, sekarang di akhir 2025 sampai awal 2026 stok 3.248.472 ton. Ini stok tertinggi di awal tahun sepanjang Bulog berdiri dari 1968 sampai sekarang," ungkap Rizal.
(wur)




