Saham Grup Bakrie BUMI-VTKR Cs Curi Panggung di Perdagangan Perdana 2026

idxchannel.com
11 jam lalu
Cover Berita

Saham emiten Grup Bakrie, yang juga sebagian dimilik Grup Salim, melonjak di hari perdana perdagangan di 2026, Jumat (2/1/2026).

Saham Grup Bakrie BUMI-VTKR Cs Curi Panggung di Perdagangan Perdana 2026. (Foto: VKTR)

IDXChannel – Saham emiten Grup Bakrie, yang juga sebagian dimiliki Grup Salim, melonjak di hari perdana perdagangan di 2026, Jumat (2/1/2026), melanjutkan momentum sejak paruh kedua tahun lalu.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.33 WIB, saham PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) melambung 15,38 persen ke Rp965 per unit, sempat menyentuh rekor tertinggi di Rp1.000 per unit.

Baca Juga:
Anak Usaha DOID Ini Punya Direktur Utama Baru, Berikut Sosoknya

Selain VKTR, saham tambang PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan anak usahanya PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) masing-masing melejit 8,20 persen ke Rp394 persen dan 7,27 persen ke Rp1.180 per unit.

Setali tiga uang, saham kontraktor tambang PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mendaki 8,96 persen ke Rp730 per unit. Kemudian, saham PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII) naik 4,00 persen dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menguat 1,25 persen.

Baca Juga:
Bursa Asia Naik di Perdagangan Perdana 2026, Pasar China dan Jepang Masih Libur

Pengamat pasar modal Michael Yeoh menjelaskan, secara teknikal sejumlah saham Grup Bakrie masih menyimpan peluang penguatan yang cukup menarik.

“Secara teknikal, BUMI dan DEWA serta BRMS masih memiliki potensi kenaikan yang cukup baik,” ujar Michael, Jumat (2/1/2026).

Baca Juga:
BEI Targetkan Masuk Top 10 Bursa Dunia

Ia memaparkan, saat ini saham BUMI masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan sideways di area 400-330. “Melewati angka 400 membuat BUMI memiliki potensi ke 470,” imbuh dia.

Sementara itu, Michael menilai potensi kenaikan DEWA relatif lebih terbatas setelah berhasil keluar dari pola konsolidasi.

“DEWA yang saat ini berhasil keluar dari area konsolidasi symmetrical triangle memiliki target kenaikan yang lebih terbatas, yaitu di angka 750-760 secara teknikal,” katanya.

Selain tiga nama itu, Michael juga menyoroti pergerakan saham VKTR yang dinilainya sudah berada di area krusial.

“Saya juga menyoroti VKTR yang berada dalam posisi hampir menyentuh ATH,” ujarnya.

Ia menambahkan, penembusan level tertinggi sepanjang masa berpotensi membuka ruang kenaikan lanjutan. “Melewati angka 975 sebagai titik ATH akan membuat VKTR memiliki target kenaikan hingga 1.200,” demikian kata Michael. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tanah Longsor di Jatinangor Sumedang, 4 Orang Tewas
• 2 jam laludetik.com
thumb
Ambil Orderan Makanan Cuma 30 Detik, Ojol di Sleman Dikejar-Dianiaya Juru Parkir
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Pakar Ungkap Efek yang Terjadi pada Otak Bayi jika Sering Menangis
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
BUMA Rombak Jajaran Pimpinan, Perkuat Eksekusi di Tengah Tantangan Industri!
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Manchester City gagal amankan tiga poin usai ditahan imbang Sunderland
• 16 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.