Matamata.com - Mandalika Grand Prix Association (MGPA) secara resmi membuka akses Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat, bagi masyarakat umum selama periode libur Tahun Baru 2026. Pengelola menghadirkan berbagai aktivitas wisata berbasis motorsport untuk memberikan pengalaman langsung kepada pengunjung.
Direktur Utama MGPA, Priandi Satria, menjelaskan bahwa program bertajuk "Mandalika Experience" ini bertujuan agar masyarakat dapat merasakan atmosfer lintasan secara langsung.
"Kami ingin masyarakat tidak hanya melihat Sirkuit Mandalika dari luar, tetapi juga merasakan langsung pengalaman berada di dalam lintasan," ujar Priandi di Lombok Tengah, Jumat (2/1).
Program khusus ini berlangsung hingga 4 Januari 2026, mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WITA. Selain akses masuk, pengelola menyediakan berbagai aktivitas seperti Lampaq di Sirkuit, Track Experience, promo Official Merchandise, hingga program unggulan Taxi Ride.
Melalui Taxi Ride, pengunjung dapat berkeliling lintasan menggunakan mobil modifikasi balap yang dikemudikan oleh pengemudi berpengalaman.
"Salah satu program yang paling diminati pengunjung adalah Taxi Ride, yang menawarkan sensasi memacu mobil di lintasan sirkuit kelas dunia ini," kata Priandi.
Ia menambahkan bahwa program tersebut dirancang agar pengunjung bisa merasakan kecepatan dan teknis tikungan sirkuit dengan standar keamanan yang terjaga.
Salah satu pengunjung asal Sidoarjo, Firli, menyatakan kepuasannya setelah mencoba fasilitas tersebut. “Enak banget, supirnya baik dan ramah. Terus enggak perlu takut karena safety-nya terasa banget,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Weli Yunus, pengunjung asal Malang. "Akhirnya bisa ngerasain kebut-kebutan di dalam sirkuit. Adrenalinnya dapat, berasa kayak balapan,” kata Weli.
Selama periode promo Tahun Baru, layanan Taxi Ride dibanderol dengan harga Rp300.000 untuk dua putaran (lap). Harga tersebut merupakan tarif spesial dibandingkan harga normal sebesar Rp650.000 untuk tiga putaran. (Antara)
- Menteri PKP Rancang Transformasi Kawasan Menteng Jadi Destinasi Tematik Tanpa APBN

