FAJAR, MAKASSAR – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Imigrasi (DJI) Sulsel mencatatkan PNBP prestisius. Jumlahnya mencapai 239,63 persen dari target yang dicanangkan.
Kakanwil DJI Sulsel, Friece Sumolang menyampaikan, capaian ini disumbang oleh tiga Kantor Imigrasi (Kanim) di daerah. Masing-masing Kanim Kelas I Khusus TPI Makassar, Kanim Kelas II TPI Parepare, dan Kanim Kelas II Non TPI Palopo.
“Jadi PNBP kami itu jauh melebihi target. Karena target yang kami canangkan untuk tahun 2025 itu sebesar Rp41.848.190.204, sedangkan capaian kami di angka Rp100.283.659.723. Jadi secara persentase ini mencapai 239,63 persen,” ujarnya.
Lebih lanjut di menyampaikan, kontribusi terbesar PNBP ini disumbang Kanim Kelas I Khusus TPI Makassar, sebesar Rp70.658.309.723, dari target yang dicanangkan sebesar Rp30.023.890.204. Artinya, capaian Kanim Makassar juga mencatatkan realisasi sebesar 235 persen dari target yang dicanangkan.
Kemudian untuk Kanim Kelas II TPI Parepare, dari target sebesar Rp5.674.300.000, mereka sukses mencatatkan pencapaian sebesar Rp19.138.450.000. Sedangkan Kanim Kelas II Non TPI Palopo menymbang Rp10.459.900.000 dari target sebesar Rp6.150.000.000.
“Jadi memang semua Kanim kami ini mencatatkan pencapaian yang tinggi. Semuanya surplus, sehingga kami juga secara total mencatatkan pencapaian yang baik hingga 239 persen lebih,” kata dia.
Sementara dalam hal realisasi anggaran, dia menyampaikan memang terjadi efisiensi. Meski begitu, mereka juga masih memiliki sisa anggaran meski pengetatan sudah dilakukan.
“Sebelum efisiensi, anggaran kami itu Rp67,2 miliar. Nah setelah efisiensi, relaksasi buka blokir dan ABT, nilainya menjadi Rp64,5 miliar. Nah realisasi kami tahun 2025 itu sebesar Rp61,6 miliar, jadi masih ada sisa Rp2,9 miliar lebih,” terangnya.
Friece juga menyampaikan, pencapaian ini diiringi dengan pelayanan yang maksimal sepanjang tahun 2025. Mulai dari pengawasan keimigrasian, penegakan hukum, program aksi pada UPT, hingga berbagai layanan yang lain.
Menurutnya, dalam hal pengawasan, masing-masing dilakukan melalui pelaksanaan TIMPORA, operasi mandiri, operasi gabungan, juga operasi intelijen keimigrasian di seluruh UPT. Termasuk membentuk desa binaan di masing-masing UPT tersebut.
“Kanim Makassar itu sudah punya sembilan desa binaan. Lima a di Bone dan empat ada di Jeneponto. Kemudian petugas imigrasi pembina desa yang kami tugaskan ada dua orang,” terangnya.
Untuk Kanim Palopo, mereka sudah memiliki delapan desa binaan dengan tujuh petugas imigrasi pembina desa. Masing masing di Palopo empat desa, Toraja Utara satu desa, Luwu Timur satu desa, Luwu satu desa dan Luwu Utara satu desa. Sedangkan Kanim Kelas II TPI Parepare sudah memiliki sembilan desa binaan di Pinrang.
Kemudian dalam hal penegakan hukum, mereka sudah melakukan Tindakan Administrasi Keimigrasian (TAK) terhadap 38 warga negara asing (WNA), dengan satu diantaranya sudah dilakukan Pro Justitia (Proju).
Selanjutnya dalam hal penerbitan izin tinggal, sudah ada 2.138 izin tinggal kunjungan yang diterbitkan, 603 izin tinggal terbatas, dan 28 izin tinggal tetap. Sedangkan untuk penerbitan paspor, totalnya mencapai 116.010 dengan rincian paspor non elektronik 10.402 dan e-paspor 105.518.
Mereka juga masih memiliki berbagai layanan lain yang terus ditingkatkan. Termasuk rencana pembangunan dua TPI baru di Kabupaten Bone dan Kabupaten Bulukumba.
Kepala Kanim Kelas I Khusus TPI Makassar, Abdi Widodo Subagio menyampaikan, pengawasan terus mereka lakukan di jalur keluar masuk penumpang, khususnya jalur laut dan udara. Kata dia, jumlah perputaran orang memang semakin tinggi pad momen natal dan tahun baru.
“Nataru ini kami juga terus melakukan patroli imigrasi. Jadi memang terlihat jumlah penumpang ke luar negeri itu mengalami kenaikan sebesar 10 persen dibanding hari-hari biasa,” ucapnya.
Dia menyampaikan, khusus di Bandara Sultan Hasanuddin saja, peningkatannya cukup besar. Sebab, di sana ada tiga penerbangan yang direct flight ke negara tujuan, seperti Malaysia dan Singapura.
Akan tetapi, jumlah yang paling melonjak adalah jemaah umrah. Kata dia, dalam dua pekan terakhir ini lonjakannya cukup signifikan dibanding hari normal.
“Ada juga penambahan jumlah jemaah umroh, itu memang melonjak drastis dalam dua pekan terakhir. Setiap pekan itu bisa mencapai 2.500 jemaah. Jadi itu masyarakat kita yang berangkat umrah dengan enam charter flight dan satu regular flight,” terangnya.
Namun begitu, dia memastikan proses pengawasan terus diperketat. Sebab, mayoritas negara tujuan masyarakat ke luar negeri adalah Saudi Arabia, karena melakukan perjalanan wisata religi.
“Jadi memang lebih banyak yang ke Arab Saudi, karena tujuannya wisata religi. Kalau yang ke Malaysia, Singapura dan sebagainya itu sekitar 10 persen naiknya. Jadi kalau biasanya itu 140, itu menjadi 160, baik lewat Air Asia maupun Malaysia Airline,” tegasnya. (wid)
=== === ===
GRAFIS
PNBP
- Target : Rp 41.848.190.204
- Capaian : 100.283.659.72
- Persentase: 239,63 persen
Realisasi
- Sebelum Efisiensi : Rp67.207.175.000
- Setelah Efisiensi : Rp64.597.704000
- Realisasi : Rp61.682.121.658
- Sisa Anggaran : Rp2.915.582.342
- Persentase : 95,48 persen
Penegakan Hukum
Kanim Kelas I Khusus TPI Makassar
- TAK : 26 Orang
- Proju : Nihil
Kanim Kelas II Prepare - TAK : 3 orang
- Proju : 1 Orang
Kanim Kelas II Non TPI Palopo - TAK : 3 orang
- Proju : Nihil
Rudenim Makassar - TAK : 6 Orang
- Proju : Nihil
Penerbitan Paspor
- Paspor Non Elektronik : 10.492
- Paspor Elektronik : 105.518
- Total : 116.010
Penerbitan izin Tinggal
- Tinggal Kunjungan : 2.138
- Tinggal Terbatas : 603
- Tinggal tetap : 28
Desa Binaan
- Kanim Makassar : 9
- Kanim Parepare : 11
- Kanim Palopo : 8
Indeks Kepuasan 97,8 Persen





