Jakarta, VIVA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat di perdagangan perdana tahun 2026. IHSG menguat 0,90 persen atau 77,96 poin menjadi 8.724 pada sesi pertama perdagangan, Jumat, 2 Januari 2025.
Pergerakan IHSG berada dalam rentang area 8.665 hingga 8.728. Dengan nilai transaksi mencapai Rp 11,67 triliun dari jumlah transaksi sebanyak 1,75 juta.
Tim Analis Phintraco Sekuritas menilai secara teknikal, tedapat pembentukan golden cross pada MACD. Kondisi ini diiringi dengan stochastic RSI yang mengarah keatas.
"Kami memperkirakan IHSG berpotensi lanjutkan penguatan menuju level 8.750 pada perdagangan sesi kedua," ungkap Tim Analis Phintraco Sekuritas dikutip dari riset hariannya, Jumat, 2 Januari 2025.
- VIVA/M Ali Wafa
Sejumlah sektor saham ikut naik menopang lonjakan indeks domestik. Sektor transportasi melambung 5,01 persen, sektor siklikal menguat 3,14 persen dan sektor energi meningkat 2,60 persen.
Sebaliknya, sektor kesehatan dan keuangan merosot saat mayoritas sektor naik. Masing-masing anjlok 0,98 persen dan 0,85 persen.
Phintraco Sekuritas juga melaporkan tiga emiten saham yang mencetak lompatan harga tertinggi di jajaran 45 saham unggulan sebagai berikut:
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
Saham JPFA menguat dua digit sebesar 10,31 persen atau 270 poin hingga menembus level 2.890.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI)
Saham BUMI melonjak sebesar 7,65 persen atau 28 poin menjadi 394.
PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)
Saham MBMA menyusul kenaikan sebesar 6,14 persen atau 35 poin ke posisi 605.





