Grid.ID - Kronologi suami bunuh istri di Medan. Sebelum melakukan aksinya, pelaku ternyata sempat matikan CCTV untuk menutupi jejak aksi kejinya.
Kematian seorang ibu rumah tangga berinisial SW di Jalan Jewa, Kota Medan sempat menjadi misteri. Kini terungkap pelaku pembunuhan adalah suaminya sendiri. bernama Asrizal (AS).
Kapolrestabes Medan, Kombes Calvijn Simanjuntak menjelaskan motif pembunuhannya. Pertengkaran pun menjadi pemicunya hingga berakhir korban kehilangan nyawa. Kejadian ini terjadi pada Jumat (31/10/2025) dini hari.
"AS (suami korban) mengalami pertengkaran dengan SW karena hasrat yang ditolak korban," ucap Calvijn, dikutip dari Kompas.com.
Kronologi
Berdasarkan rekaman CCTV sekitar pukul 23.00 WIB, pelaku sempat terlihat memijat korban. Namun ia kemudian mematikan saklar CCTV untuk menghentikan rekaman sebelum melancarkan aksinya.
Kemudian sekitar pukul 03.00 WIB, pelaku membekap wajah korban menggunakan bantal hingga tewas. Dua anak korban yang berada di kamar sebelah sempat mendengar jeritan ibunya, namun mereka terlalu takut untuk keluar rumah.
"Anaknya ini sempat dengar ibunya menjerit minta tolong tapi kayak sembari dibekap. Karena takut, anaknya enggak berani keluar," ujar Nina, warga setempat, dikutip dari Tribunnews.
Pada pukul 07.00 WIB, pelaku berupaya mengelabui pihak keluarganya. Saat bertemu dengan ibu mertuanya di pasar, ia bersikap seolah panik dan mengadu bahwa istrinya tidak bangun-bangun dari tidurnya.
"Harapan pelaku, ibu mertua membangunkan dan menemukan korban meninggal seolah alami," jelas Calvijn.
Namun keluarga korban merasa ada yang janggal saat melihat kondisi jenazah. Mereka pun segera melaporkan kejadian ke polisi.
Kecurigaan semakin kuat setelah kakak kandung korban histeris dan menuduh pelaku sebagai pembunuhnya. Kemudian pengakuan anak-anak korban yang juga merasa ketakutan.
Terungkap fakta lain dari kronologi suami bunuh istri di Medan. Selain pelaku yang matikan CCTV sebelum melakukan aksi, korban sebelumnya ternyata sempat mencoba untuk melarikan diri dari rumah.
Korban diduga hendak kabur dari rumah karena tidak tahan dengan kelakuan suaminya. Ia kerap dikunci di dalam rumah.
Kini Asrizal telah resmi ditetapkan sebagai tersangka. Jenazah korban sebelumnya sudah menjalani otopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Medan sebelum akhirnya dimakamkan oleh pihak keluarga. (*)
Artikel Asli


