HARIAN FAJAR, PANGKEP- Proses sortir buah di SPPG Tumampua menimbulkan pertanyaan terkait higienitas buah yang didistribusikan. Usai viralnya buah apel yang busuk. Proses pencucian pun menimbulkan pertanyaan.
Terdapat 3 ribu lebih buah apel yang didistribusikan oleh SPPH Tumampua pada Senin lalu. Ahli Gizi SPPG Tumampua menyebut bahwa apel yang didistribusikan memiliki label, namun apel yang membusuk disebut tidak memiliki label buah.
“Apel yang kita distribusikan itu ada labelnya pada buahnya, sementara apel yang busuk sudah tidak ada labelnya, jadi kalau memang yang busuk ada labelnya dibawa ke dapur,” katanya.
Sementara itu, Kepala SPPG Tumampua, Mar’atul Islam menyampaikan bahwa barang yang masuk ke SPPGnya sudah melalui proses sortir.
“Barang yang masuk ke kami itu sudah melalui penyortiran dan kami menjamin itu tidak ada yang lolos. Tapi kami juga tidak bisa memastikan supplier. Ada satu atau dua yang lolos masuk ke SPPG kami. Kami juga melakukan penyortiran ulang di tim pemorsian, totalnya ada 3.607 buah,” paparnya.
Terpisah, Ahli Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep, Sigit mengatakan bahwa label buah memang termasuk food grade namun sangat disarankan untuk dilepas sebelum dicuci untuk memastikan keseluruhan buah bersih merata.
“Sangat disarankan untuk melepas labelnya terlebih dahulu sebelum dicuci. Jika label tetap menempel saat dicuci, bagian kulit tepat di bawah stiker tersebut tidak akan terkena air. Padahal, kotoran, bakteri, atau residu pestisida bisa saja terselip di pinggiran stiker tersebut. Dengan melepasnya, kita memastikan seluruh permukaan apel bersih merata,” paparnya. (fit)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5455435/original/019509200_1766657663-5.jpg)


