Penerjun Payung yang Hilang di Laut Pangandaran Ditemukan, Begini Kronologinya

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, PANGANDARAN- Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan jenazah korban kecelakaan terjun payung di Perairan Pangandaran, Jawa Barat, atas nama Widiasih (58). Korban ditemukan pada Jumat (2/1/2026) pagi setelah tim menerima laporan dari nelayan asal Cilacap.

Informasi penemuan pertama kali disampaikan oleh nelayan KM Murah Rezeki sekitar pukul 07.45 WIB. Nelayan tersebut melaporkan adanya jenazah yang mengapung di Perairan Bagolo, dengan jarak sekitar 9 nautical mile dari titik awal kejadian. 

Berdasarkan ciri-ciri yang disampaikan, jenazah tersebut diduga kuat merupakan korban yang selama beberapa hari terakhir dalam pencarian.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, membenarkan penemuan tersebut. Ia mengatakan, setelah menerima laporan, Tim SAR Gabungan segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan proses evakuasi. 

googletag.cmd.push(function() { googletag.display("div-gpt-ad-parallax"); });

“Begitu informasi diterima, tim langsung menuju titik koordinat dan mengevakuasi korban,” ujarnya dalam pesan tertulis, Jumat (2/1/2026).

Jenazah korban kemudian dievakuasi menggunakan kapal SAR dan dibawa ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Batukaras. Sekira pukul 09.20 WIB, korban tiba di TPI Batukaras dan selanjutnya langsung dibawa ke RSUD Pandega untuk penanganan lebih lanjut serta proses identifikasi medis.

Baca Juga

  • Apkasindo Respons Larangan KDM Soal Tanam Sawit di Jabar
  • Wamenkeu Minta APBN Bisa jadi Instrumen Solusi Tantangan Ekonomi di Jabar
  • Pemprov Jabar Minta Kab/Kota Kaji Ulang Investasi Pohon Sawit

Ade menambahkan, dengan ditemukannya korban, maka seluruh rangkaian operasi pencarian dan pertolongan resmi dihentikan. “Operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa ini terjadi pada Selasa (30/12/2025) saat lima penerjun payung melakukan take-off dari Bandara Nusawiru menggunakan pesawat latih Fly School Ganesha Cessna 185 PK-SRC. 

Menurut laporan awal, sekira pukul 10.15 WIB, kondisi cuaca di ketinggian 10.000 kaki berubah secara tiba-tiba dengan perubahan arah angin, sehingga beberapa penerjun kehilangan arah.

Dari lima penerjun yang lepas landas, tiga berhasil mendarat namun tidak di lokasi yang direncanakan. Satu penerjun meninggal dunia dan satu lainnya masih dalam pencarian. Korban selamat, yakni Karni (56), Mustofa (56), dan Khuldori (54), telah dievakuasi oleh tim SAR. Sementara korban meninggal dunia bernama Rusli (64).


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Warung Kopi di Aceh Tamiang Mulai Berjualan Pascabanjir: Alhamdulillah Ramai Pembeli
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
InJourney Airports Layani 8,23 Juta Penumpang Selama Nataru
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Beli Mobil Bekas 2026 Bebas Bea Balik Nama Kendaraan, Kok Bisa?
• 6 jam lalumedcom.id
thumb
Foto: Tradisi Tahunan Perang Air di Desa Suwat, Bali
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Januari 2026 di Bulan Rajab 1447 H, Lengkap dengan Niat dan Keutamaannya
• 23 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.