Fosil Penguin Seukuran Manusia Ditemukan di Selandia Baru

mediaindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita

SISA-sisa fosil seekor penguin raksasa seukuran manusia ditemukan di North Canterbury, Selandia Baru. Hewan purba ini diperkirakan memiliki tinggi sekitar 1,6 meter dan berat hingga 80 kilogram. Para ilmuwan menamainya Crossvallia waiparensis, yang memiliki kemiripan dengan penguin raksasa lain, Crossvallia unienwillia, yang ditemukan di Antartika.

Menurut laporan dari BBC tahun 2019, penguin raksasa ini hidup sekitar 66-56 juta tahun lalu pada Kala Paleosen, setelah dinosaurus dan reptil laut besar punah. Kaki C. waiparensis diyakini berperan lebih penting dalam berenang dibandingkan penguin modern. Hewan ini berbagi perairan Selandia Baru dengan penyu raksasa, terumbu karang, dan hiu berpenampilan unik.

Mengapa Ukurannya Bisa Raksasa?

Menurut kurator senior Canterbury Museum, Paul Scofield, penguin purba ini menjadi sangat besar karena persaingan di laut masih minim setelah punahnya reptil laut raksasa. Selain itu, suhu air sekitar Selandia Baru kala itu lebih hangat, mencapai sekitar 25°C, dibandingkan 8°C saat ini, sehingga kondisi lingkungan sangat ideal untuk evolusi cepat.

“Ini salah satu spesies penguin terbesar yang pernah ditemukan,” ujar Scofield dalam sumber yang sama.

Punahnya penguin raksasa di belahan Bumi Selatan diyakini terkait dengan munculnya pesaing baru, seperti paus bergigi dan pinniped (anjing laut), jutaan tahun kemudian. Meskipun faktor persaingan menjadi teori utama, alasan pasti kepunahan spesies ini masih menjadi topik penelitian.

Ditemukan di Dasar Sungai North Canterbury

Fosil penguin ini ditemukan di dasar sungai yang memotong tebing di North Canterbury. Situs ini telah menjadi tempat penemuan fosil sejak 1980-an, dan banyak temuan dilakukan oleh paleontolog amatir yang berdedikasi. Tim internasional telah melakukan analisis terhadap tulang kaki spesies baru ini.

Penemuan C. waiparensis menambah daftar fauna raksasa yang pernah hidup di Selandia Baru. Selain penguin raksasa, wilayah ini juga dikenal dengan burung moa setinggi 3,6 meter, elang raksasa, burung beo besar, dan kelelawar penggali. Fakta ini menunjukkan bahwa sejarah alam Selandia Baru dipenuhi oleh spesies unik dan raksasa yang kini punah. (BBC/Z-2)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Persijap jadikan kekalahan telak dari Persebaya sebagai motivasi
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Kandidat Pelatih Timnas Indonesia Pengganti Patrick Kluivert Mundur Teratur, Nasib John Herdman Hingga Kini Masih Misterius
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Penertiban Parkir Liar, Ras MD: Ini Ujian Ketegasan Wali Kota Makassar
• 8 jam lalufajar.co.id
thumb
Super Flu Subclade K Bikin Geger, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Wisatawan Puncak Harap Catat, Ini Prediksi Puncak Arus Balik Momen Nataru
• 15 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.