Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews, Aceh Tamiang
Aktivitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, perlahan mulai menunjukkan pergerakan positif setelah dilanda bencana banjir dan tanah longsor sekitar satu bulan lalu. Salah satu penanda kebangkitan tersebut terlihat dari mulai dibukanya kembali warung kopi dan mi milik Rina Riana di tengah proses pemulihan wilayah tersebut.
Meski kondisi masih terbatas dan tempat usahanya baru saja melewati tahap renovasi akibat terjangan banjir, Rina memilih untuk kembali berjualan sejak lima hari terakhir. Keputusan ini diambil sebagai langkah awal untuk menata kembali sumber penghidupannya yang sempat terhenti total.
“Alhamdulillah sudah pemulihan. Sudah lima hari (berjualan). Kalau normalnya sih belum ya karena kita kan bertahap setelah renovasi kemarin kena banjir,” kata Rina dalam keterangn yang diterima pada Jumat 2 Januari 2025.
Terjangan banjir sebelumnya sempat mengakibatkan tembok warung miliknya jebol. Kendati demikian, kerusakan fisik tersebut tidak menyurutkan semangat Rina untuk kembali melayani pelanggan, meski beberapa peralatan pendukung usaha belum sepenuhnya tersedia.
“Kalau menu untuk makanan, alhamdulillah sudah (lengkap). Tapi kalau untuk perkopian itu ada yang belum karena kita pake kopi mesin biasanya, itu belum kita ada,” paparnya.
Selain kendala pada peralatan mesin kopi, beberapa fasilitas penunjang lainnya seperti jaringan internet nirkabel juga belum terpasang kembali pascabencana. Rina menjelaskan bahwa proses pengembalian fasilitas dilakukan secara bertahap.
“Sinyal juga sudah normal, cuma karena wifi belum dipasang balik, belum bisa pake wifi di sini,” jelasnya.
Sejak pintu warung kembali dibuka, warga sekitar mulai berdatangan untuk menikmati suasana santai yang sempat hilang selama masa darurat. Menurut Rina, banyak warga yang merasa jenuh dengan menu makanan darurat selama berada di pengungsian.
“Sudah lumayan, mungkin karena mereka bosen juga ya makan mi dan telur terus,” ceritanya.
Terkait kebijakan harga, Rina berupaya tetap menjaga stabilitas agar tetap terjangkau oleh masyarakat yang saat ini juga sedang berjuang memulihkan kondisi ekonomi keluarga masing-masing.
“Harga, kami mesti agak-agak penyesuaian, Pak. Kalau dibilang naik, nggak juga. Masih harga-harga normal,” katanya.
Walaupun omzet yang didapat belum stabil dan masih jauh dari kondisi normal sebelum bencana, Rina menegaskan pentingnya sikap optimis untuk terus menjalankan usaha demi masa depan yang lebih baik.
“Belum tahu kan kita, karena baru buka lagi. Tapi, harus bangkit kan,” tandasnya.
Editor: Redaksi TVRINews

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5461230/original/003419400_1767348852-IMG_7216.jpeg)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/4236991/original/049552300_1669200213-20221123-Cuaca-Ekstrem-Jakarta-Faizal-4.jpg)