MerahPutih.com - Pelatih Como, Cesc Fabregas, disebut-sebut sebagai calon pengganti Enzo Maresca setelah meninggalkan Chelsea.
Maresca dan The Blues berpisah pada Tahun Baru, setelah menuai serangkaian hasil buruk. Mantan gelandang Juventus itu juga mengkritik para petinggi di Stamford Bridge.
Selama masa baktinya di London barat, Maresca memenangkan Liga Konferensi UEFA 2024/25 dan Piala Dunia Antarklub 2025.
Meskipun mereka telah mengidentifikasi pelatih Strasbourg, Liam Rosenior, sebagai favorit untuk mengambil alih posisi tersebut, Fabregas juga sangat dipertimbangkan setelah awal karier manajerialnya yang kuat bersama Como.
Baca juga:
Enzo Maresca Tinggalkan Chelsea Jelang Lawan Manchester City, Siapa Penggantinya?
Cesc Fabregas Jadi Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea Cesc Fabregas dianggap jadi pengganti ideal Enzo Maresca. Foto: Dok. Como FootballPada musim panas lalu, Inter Milan mengincar Cesc Fabregas untuk menggantikan Simone Inzaghi. Namun, pelatih asal Spanyol itu dengan senang hati berkomitmen untuk masa depannya di Como.
Perasaan awal di sekitar Sinigaglia adalah Fabregas akan tetap setia pada proyek klub.
Namun, mantan bintang Chelsea itu masih dianggap sebagai salah satu pemain terbaik The Blues sepanjang masa.
Ia membantu The Blues meraih lima trofi, termasuk dua gelar Premier League selama berkarier di Stamford Bridge.
Baca juga:
Dapat Peringatan Keras! Legenda Polandia Minta Robert Lewandowski Tolak Tawaran AC Milan
Setelah berprestasi di Serie A, Fabregas diakui sebagai salah satu pelatih muda terbaik di dunia sepak bola. Hubungannya dengan Chelsea juga menjadikannya sebagai kandidat kuat untuk kembali ke London barat.
Para pendukung akan sedikit khawatir dengan rumor yang menghubungkannya dengan bos mereka. Meski demikian, Fabregas memiliki urusan yang belum selesai di Como. Jadi, dibutuhkan tawaran yang sangat menarik agar ia mempertimbangkan untuk pergi sekarang.
Statistik Cesc Fabregas sebagai Pelatih Como Statistik Cesc Fabregas selama melatih Como. Foto: Dok. Como FootballMelihat awal kariernya yang pesat di klub, Barcelona juga dikabarkan ikut mempertimbangkan Cesc Fabregas. Selain itu, Liverpool juga disebut-sebut sebagai tujuan potensial jika Arne Slot meninggalkan Anfield.
Lalu, mengapa Fabregas sering dikaitkan dengan klub-klub terbesar di Eropa? Pria 38 tahun ini masih sangat muda sebagai manajer, tetapi setelah membawa Como ke peringkat ke-10 musim lalu, panggung besar Eropa sangat mungkin diraihnya pada 2026.
Sebagai pemain, Fabregas adalah salah satu gelandang paling berbakat secara teknis. Ia tampaknya telah beradaptasi dengan manajemen dan telah menerapkan gaya bermainnya yang dulu ke dalam timnya saat ini.
Fabregas memang memiliki banyak dana untuk dibelanjakan, tetapi ia telah melakukan pembelian pemain yang sangat baik. Pemain bintang Como, Nico Paz, menjadi salah satu contoh utamanya.
Secara statistik, Fabregas telah meraih 23 kemenangan dari 57 pertandingan. Ia menelan 18 kekalahan dan memiliki tingkat kemenangan 39,29 persen.
Baca juga:
Barcelona Siap Muluskan Kepergian Ter Stegen, Bakal Tanggung Sebagian Besar Gajinya
Namun, gaya permainan Fabregas yang menarik perhatian klub-klub elite Eropa. Ia memilih formasi menyerang 4-2-3-1 yang jelas membuahkan hasil.
Fabregas mempromosikan sepak bola berbasis penguasaan bola, kemudian mendorong permainan membangun serangan yang terstruktur.
Lebih jauh lagi, ia menginstruksikan para pemainnya untuk mendominasi lawan di semua area lapangan.
Pada intinya, ia memenuhi semua kriteria dan mendapatkan hasil terbaik. Transisinya dari gelandang kelas dunia menjadi salah satu pelatih terbaik di benua ini sangat alami. (sof)



