BMKG Imbau Warga DIY untuk Waspada Bencana saat Puncak Musim Hujan

tvonenews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Yogyakarta, tvOnenews.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Mengingat sebagian besar wilayah DIY telah memasuki puncak musim hujan.

"Awal Januari 2026 ini sebagian besar wilayah DIY masuk puncak musim hujan," ujar Kepala Stasiun Klimatologi DIY, Reni Kraningtyas saat dikonfirmasi di Yogyakarta, Jumat (2/1/2026).

Reni mengatakan pada Januari 2026 curah hujan di wilayah DIY diprediksi berkisar 201 hingga lebih dari 500 milimeter per bulan dengan kriteria menengah hingga sangat tinggi serta sifat hujan normal hingga atas normal.

Sementara itu, pada Februari 2026 curah hujan di DIY diprakirakan berada pada kisaran 201 hingga 500 milimeter per bulan atau kriteria menengah hingga tinggi dengan sifat hujan seluruhnya normal.

Untuk Maret 2026, Reni menyebut curah hujan di wilayah DIY diprediksi berkisar 201 hingga 400 milimeter per bulan dengan kriteria menengah hingga tinggi serta sifat hujan bawah normal hingga normal.

Karena itu, kata Reni, BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk lebih siap dan antisipatif terhadap dampak musim hujan, terutama di wilayah rawan banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

"Melakukan langkah mitigasi seperti membersihkan saluran air, memangkas dahan pohon, serta memastikan kekuatan baliho di ruang publik," kata dia.

Dia menyebutkan berdasarkan pengamatan gejala fisis dan data dinamika atmosfer laut terkini menunjukkan bahwa angin baratan atau Monsun Asia mulai aktif di wilayah Indonesia, termasuk DIY.

Selain itu, hasil analisis Indeks El Nino Southern Oscillation (ENSO) berada dalam kondisi La Nina lemah dan diprediksi akan bertahan hingga awal tahun 2026, sementara Dipole Mode Indeks (DMI) berada dalam kategori netral.

Adapun Madden Julian Oscillation (MJO) diprakirakan aktif di wilayah Indonesia bagian barat, yang berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan.

Reni menambahkan, analisis anomali suhu muka air laut di Perairan Selatan DIY berada pada kisaran minus 0,5 hingga 0,5 derajat Celsius atau kategori netral, dengan suhu muka laut berkisar antara 28 hingga 30 derajat Celsius. (ant/dan)

 

 

 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Polisi sebut tak ada toleransi terhadap premanisme dan kekerasan
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Catat Kinerja Buruk, Pelemahan Dolar Amerika Serikat Diproyeksi Akan Berlanjut di 2026
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Saham Perkapalan HUMI-BULL Cs Lanjut Reli di Awal 2026, Simak Katalis dan Emiten Pilihan Analis
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Jumlah Penumpang Transportasi Umum Melonjak 7% saat Nataru, Daya Beli Mulai Pulih?
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Stabilitas Harga, Bulog Targetkan Penyaluran Beras SPHP 1,5 Juta Ton pada 2026
• 2 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.