Ratusan sepatu kulit tua tiba-tiba terdampar di sebuah pantai di Inggris. Fenomena tak biasa ini memicu rasa penasaran warga dan peneliti, soal mungkinkah semua sepatu tersebut berasal dari bangkai kapal Italia yang karam lebih dari seabad lalu?
Sekitar 200 sepatu kulit berwarna hitam pertama kali ditemukan pada 18 Desember 2025 oleh kelompok nirlaba Beach Academy. Temuan itu terjadi saat mereka menjalankan proyek restorasi kolam batu (rockpool) di pesisir Ogmore-By-Sea, wilayah Vale of Glamorgan, Wales selatan.
Namun dalam waktu kurang dari sepekan, jumlahnya melonjak drastis. Kini, total sepatu yang ditemukan mencapai 437 pasang, tersebar di Ogmore dan tiga pantai lain di sekitarnya.
“Bentuknya lebih menyerupai sepatu dari masa lampau ketimbang model modern, kebanyakan ukuran pria dewasa dan anak-anak,” tulis Beach Academy dalam unggahan di media sosial Facebook.
Mereka menjelaskan, sepatu-sepatu itu perlahan diekskavasi dari area kolam batu, tempat sepatu tersebut tertanam di sedimen atau terjepit di antara bebatuan.
“Kami sama sekali tidak tahu sudah berapa lama sepatu-sepatu ini terperangkap di sana. Pasti ada banyak cerita di baliknya,” papar Beach Academy.
Menariknya, ini bukan pertama kali fenomena semacam ini terjadi. Sejumlah warga lokal mengaku pernah menemukan sepatu-sepatu serupa di pantai yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.
Meski telah terendam air laut selama puluhan tahun, sebagian sepatu justru masih berada dalam kondisi cukup baik. Berdasarkan desainnya, sepatu diduga berasal dari abad ke-19. Dugaan ini kemudian mengarah pada kisah bangkai kapal yang sudah lama dikenal warga setempat.
“Teori terkuat menyebutkan sepatu-sepatu ini berasal dari bangkai kapal bernama Frolic yang menabrak Tusker Rock sekitar 150 tahun lalu. Kapal itu membawa sepatu dan berbagai muatan dari Italia,” ujar Beach Academy sebagaimana dikutip IFLScience.
Menurut mereka, sepatu-sepatu tersebut kemungkinan hanyut melalui Sungai Ogmore dan sesekali muncul ke permukaan, terutama ketika terjadi erosi di bantaran sungai.
Tusker Rock berada di Selat Bristol, sekitar 3,2 kilometer dari lepas pantai Ogmore-by-Sea. Pulau karang ini dikenal berbahaya dan telah menelan sejumlah kapal dalam beberapa dekade terakhir. Di sekitarnya masih berserakan rangka kapal berkarat dan potongan perahu, dan tampaknya juga cukup banyak sepatu.





