jpnn.com - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyatakan kawasan Gunung Wayang di Kabupaten Bandung, Jawa Barat (Jabar) masih berstatus hutan lindung.
Kemenhut juga menjelaskan bahwa saat ini pengelolaan kawasan itu dijalankan sebagai Hutan Desa, bagian program Perhutanan Sosial.
BACA JUGA: Tertibkan Kawasan Hutan, Prabowo: Jangan Pandang Bulu, Teruskan Perjuangan Ini
Penegasan disampaikan Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri Kemenhut Krisdianto dikonfirmasi dari Jakarta, Jumat (2/1/2026).
Krisdianto menjelaskan Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor: 10629 Tahun 2025 Tanggal 11 November 2025 bukanlah penerbitan izin baru di kawasan tersebut, tetapi transformasi administratif dari Pengakuan dan Perlindungan Kemitraan Kehutanan (Kulin KK) menjadi Hutan Desa.
BACA JUGA: Setuju Usul Menhan Sjafrie, Prabowo: Kita Bikin Operasi Besar Saja
"Persetujuan Pengelolaan Hutan Desa ini tidak mengalihkan kepemilikan lahan dan tidak mengubah status kawasan. Kawasan ini tetap berstatus hutan lindung, berada dalam penguasaan negara, dan tidak dialihkan menjadi milik pihak manapun," kata dia.
Krisdianto juga menegaskan bahwa akses kelola masyarakat dalam kerangka Hutan Desa di kawasan itu bersifat terbatas dengan pengawasan negara.
BACA JUGA: SY Alias Klowor Ditangkap terkait Pengusiran Nenek Elina
Dia memastikan bahwa terdapat larangan tegas terhadap alih fungsi, penebangan komersial, dan jual beli lahan.
Kegiatan yang bertentangan dengan fungsi lindung dilarang dan dapat dikenai sanksi, termasuk pencabutan izin.
Menanggapi isu terkait usulan Taman Hutan Raya (Tahura) Gunung Wayang oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Krisdianto mengatakan prosesnya masih berjalan dan menunggu kajian teknis yang akan dilaksanakan pada 2026.
"SK Hutan Desa tidak membatalkan atau menghalangi proses usulan Tahura, serta akan disesuaikan dengan rekomendasi kajian teknis tim terpadu," tuturnya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengumumkan rencana untuk mengubah status tiga kawasan hutan menjadi Tahura, yaitu Sanggabuana, Gunung Cikuray dan Gunung Wayang.(ant/jpnn)
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam




