jpnn.com - Pondok Pesantren Darul Mukhlisin yang sempat dikepung gelondongan kayu saat banjir bandang 26 November 2025, kini sudah bersih dari material lumpur maupun kayu.
Dari keterangan pers Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, terlihat perubahan signifikan yang memperlihatkan halaman pesantren yang sebelumnya semrawut, kini telah lapang serta tidak ada lagi potongan kayu besar yang menghalangi jalan.
BACA JUGA: Sertu Hamzah Lubis, Prajurit Kodim Aceh Tamiang, Ternyata Istrinyaâ¦
Sebuah foto udara menunjukkan tumpukan pohon tumbang yang tersapu banjir bandang di Pesantren Darul Mukhlisin, Aceh Tamiang. Foto: AFP
Deretan alat berat yang selama ini bekerja tanpa kenal lelah, siang dan malam di bawah minimnya penerangan, kini terparkir rapi, menandakan misi utama melakukan pembersihan telah tuntas.
BACA JUGA: Setuju Usul Menhan Sjafrie, Prabowo: Kita Bikin Operasi Besar Saja
Masjid pesantren yang sempat viral karena keteguhannya berdiri di tengah terjangan banjir pun kini tampak berdiri bersih dan kokoh.
Bangunan suci itu tidak lagi terkepung kayu, tetapi telah menjadi tempat bernaung yang nyaman bagi para petugas dan relawan yang beristirahat.
BACA JUGA: Kawasan Gunung Wayang di Kabupaten Bandung Berstatus Hutan Lindung
Meskipun di luar area pesantren masih terlihat beberapa sisa kayu yang mengering, kondisi di dalam lingkungan pendidikan tersebut sudah jauh lebih tertata.
Kerja keras lintas unsur yang melakukan pembersihan terpadu dengan koordinasi ketat membuahkan hasil nyata.
Walaupun saat ini sarana pendidikan belum sepenuhnya dapat difungsikan kembali, bersihnya area dari material kayu menjadi secercah harapan.
"Pemerintah terus menargetkan untuk mengembalikan denyut nadi ibadah dan pendidikan di Darul Mukhlisin agar para santri dapat segera kembali menimba ilmu dengan tenang," bunyi siaran pers tersebut.
Sebelumnya, kondisi Pondok Pesantren Darul Mukhlisin Aceh Tamiang tampak mencekam pada 26 November 2025 silam.
Kala itu, bangunan pesantren tersebut nyaris tidak bisa terlihat akibat tertimbun lumpur pekat dan gunungan kayu gelondongan yang terbawa arus.
Batang-batang pohon besar pun berserakan di halaman sehingga menutupi akses vital dan merusak fasilitas pendidikan.
Suasana riuh santri berganti dengan tumpukan material sisa bencana yang memprihatinkan. Namun, semangat pemulihan tak pernah padam.
Hingga saat ini, sisa-sisa amuk banjir bandang yang menerjang Aceh Tamiang itu perlahan mulai sirna.(ant/jpnn)
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5180931/original/053270400_1743849571-20250405-Monas-HER_1.jpg)



