Mobil Usai Liburan Jauh, Perlukah Spooring dan Balancing?

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Libur Natal dan Tahun Baru 2026 usai, sebagian pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil mulai kembali ke perantauan setelah pulang ke tujuan wisata atau kampung halaman masing-masing.

Service Advisor Suzuki Buana Trada Pulogadung, Endy mengimbau kepada para pemilik untuk memperhatikan rasa berkendara setelah mobil dipakai perjalanan jauh, dengan kondisi medan jalan beragam dan lebih ekstrem dibanding penggunaan harian.

"Umumnya pemeriksaan kemudi dan ban itu dilakukan setiap 10 ribu kilometer dan maksimal 20 ribu kilometer mengacu pada buku pedoman pemilik kendaraan," buka Endy ditemui di Jakarta Timur belum lama ini.

Namun, Endy menambahkan perjalanan yang menempuh jarak cukup jauh seperti aktivitas mudik mungkin saja mengubah struktur komponen terkait pengendalian kendaraan. Maka tak ada salahnya melakukan spooring dan balancing.

"Apalagi dengan kondisi jalan-jalan yang banyak berlubang, dia biasanya akan menghadapi perubahan kondisi sudut ban. Ini membuatnya lebih cepat termakan permukaan jalan, terutama yang beton," imbuhnya.

Sebelum lebih jauh, Endy menjelaskan bahwa spooring dan balancing adalah dua hal berbeda. Spooring dilakukan untuk meluruskan atau menyelaraskan geometri keempat roda agar selaras dengan kemudi, sedangkan balancing menyeimbangkan putaran semua roda agar tidak menimbulkan getaran atau vibrasi.

"Jadi memang harus dilakukan pengamatan dan pemeriksaan, biasanya sih datang dari keluhan pemilik. Istilahnya itu sudut kemudi dapat mengarah ke kanan atau kiri dengan sendirinya ketika pengendara melepaskan tangan, ini indikasi spooring," bebernya.

Sementara untuk balancing akan diamati kondisi seluruh ban yang terpasang. Apabila ditemukan keausan atau bagian tertentu pada ban yang terkikis berbeda dengan lainnya, artinya kondisi ban tidak seimbang dan umumnya menyebabkan getaran ketika berjalan.

Bila dibiarkan setelah menemui tanda-tanda tersebut, Endy bilang akan mempengaruhi kenyamanan berkendara dan komponen mobil itu sendiri. Pengemudi akan terus menahan agar posisi kemudi lurus dan getaran yang timbul dari ban dapat merambat hingga bagian kabin.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Satgas Damai Cartenz Ungkap Yahukimo Paling Sering Diganggu KKB
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sebanyak 2525 Pasutri di Lamongan Cerai di 2025, ini Penyebabnya!
• 3 jam lalurealita.co
thumb
Bahasan soal Kenaikan Gaji PNS 2026 Belum Final, Menkeu Purbaya Masih Tunggu Arah Ekonomi
• 5 jam lalugrid.id
thumb
Persija Abaikan Dulu Persib, Mauricio Souza Minta Fokus Lawan Persijap
• 2 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Diding Boneng Dapat Bantuan Rp50 Juta dari Raffi Ahmad
• 10 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.