FAJAR.CO.ID,JAKRTA — Sorot media ke Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya seakan tak pernah lepas. Setelah tersebar gambar Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak Tunduk kepadanya, kini lain lagi.
Baru-baru ini, sebuah video menunjukkan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menjadi fotografer Teddy viral di media sosial. Orang nomor satu di TNI itu terlihat mengambil gambar Teddy bersama emak-emak.
Di video itu, Teddy terlihat mengenakan kemeja berwarna biru. Dia bersama Panglima Agus Subiyanto dan Menteri Luar Negeri Sugiono dikerumuni warga.
Salah satu warga yang mengenakan baju dan kudung pink, terlihat mengampiri Teddy. Lalu mengajak swafoto.
Setelah swafoto, emak-emak itu tidak berhenti. Dia menjulurkan telepon genggamnya ke Panglima Agus agar untuk difoto.
Teddy terlihat berusaha mencegah warga itu. Namun panglima mengambil telepon genggam dan menjadi fotografer dadakan.
“Mungkin ini momen paling gila,” tulis Pegiat Media Sosial @Franken-blues, dikutip dari akun X pribadinya, Jumat (2/1/2026).
“Ketika ras terkuat didunia (emak”) menyuruh Panglima TNI untuk memfoto mereka bersama Seskab Teddy,” tambahnya.
Franken menyebt Teddy tak enak, jika dilihat dari wajahnya. Mengingat Teddy yang meski menjabat Seskab, juga berpangkat mayor, namun difoto oleh panglima yang adalah jenderal.
“Dari wajah Sekab Teddy terlihat merasa tdk enak. Alhamdulillah Pak Panglima dgn santai menyanggupinya. Ada-ada aja,” ujarnya.
Belum diketahui dimana dan kap[an momen tersebut.
Sebelumnya, sebuah foto yang menampilkan momen saling hormat antara Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya tengah ramai diperbincangkan di media sosial.
Dalam foto tersebut, sudut pengambilan gambar terlihat kurang menguntungkan posisi KSAD.
Banyak yang menafsirkan seolah-olah seorang jenderal tengah memberi hormat kepada perwira berpangkat Letnan Kolonel. Padahal, situasinya tidak sesederhana itu.
Dari penjelasan yang beredar, justru Seskab Teddy yang lebih dahulu mengambil sikap sempurna. Ia berdiri tegap dan memberikan hormat sesuai tata upacara.
Sementara itu, KSAD Maruli yang datang belakangan disebut hendak langsung mengambil tempat duduk.
Namun, karena harus membalas penghormatan yang diberikan, momen itulah yang kemudian tertangkap kamera dan menimbulkan tafsir beragam.
Karena itu, muncul anggapan bahwa polemik tersebut lebih disebabkan oleh sudut pengambilan gambar yang kurang tepat. Bahkan, ada dugaan foto yang viral itu merupakan hasil tangkapan layar dari sebuah video.
Peristiwa tersebut diketahui terjadi saat konferensi pers terkait bencana yang berlangsung pada 29 Desember lalu.
Dalam kesempatan itu, KSAD Maruli juga menyampaikan kekesalannya terkait baut jembatan yang dicuri dan diduga sebagai bentuk sabotase.
(Arya/Fajar)




