PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) meraih Gold Medal dan Special Prize dari Korea Invention Promotion Association (KIPA) atas teknologi panas bumi Petro-MAX.
Inovasi baru yang memadukan resin epoksi dan pelarut methyl ethyl ketone (MEK) ini menghasilkan lapisan polimer tipis yang meresap ke dalam struktur mineral. Lapisan ini meningkatkan kekuatan antarmineral dan daya rekat internal, sehingga sampel tetap stabil selama proses analisis. Berdasarkan keunggulan tersebut, Petro-MAX berhasil meraih penghargaan setelah melalui rangkaian penjurian ketat yang dilakukan para pakar.
Terobosan ini menawarkan metode baru untuk menyiapkan sayatan tipis batuan panas bumi berlempung sehingga kualitas analisis petrografinya meningkat signifikan. Petro-MAX memungkinkan hasil pengamatan yang lebih jelas dan akurat yang penting bagi proses eksplorasi dan pengembangan proyek panas bumi PGE.
Edwil Suzandi, Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGE, mengatakan prestasi yang diraih PGE di Seoul International Invention Fair (SIIF) 2025 itu menunjukkan kapasitas inovasi perusahaan dalam memperkuat daya saing industri panas bumi Indonesia di tingkat global. Inovasi ini juga membuka peluang promosi untuk teknologi unggulan di bidang panas bumi ke pasar internasional.
"Eksplorasi panas bumi di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tingginya risiko pengeboran hingga kondisi geologi yang rumit. Pada tahap inilah inovasi seperti Petro-MAX berperan penting, karena mampu meningkatkan akurasi analisis dan mendukung pengambilan keputusan teknis di setiap fase proyek," ujar Edwil dalam siaran pers, Jumat (2/1).
Menurutnya, penghargaan ini mendorong PGE untuk terus menghadirkan inovasi yang relevan, aplikatif, dan memberikan nilai tambah bagi pengembangan energi panas bumi di Indonesia.
Pencapaian ini juga membuka peluang lebih luas bagi PGE untuk memperkenalkan teknologi unggulan ke pasar internasional. SIIF merupakan pintu gerbang menuju pasar dunia. Ajang tersebut mempertemukan para penemu, peneliti, investor, dan pelaku industri dari berbagai negara.
SIIF diselenggarakan oleh Korean Intellectual Property Office (KIPO) dan Korea Invention Promotion Association (KIPA). SIIF merupakan salah satu pameran inovasi terbesar di dunia. Sejak pertama kali digelar pada 2022, ajang yang berada di bawah Pemerintah Kota Seoul, World Intellectual Property Organization (WIPO), dan International Federation of Inventors' Associations (IFIA) ini terus memperkuat posisinya di kancah global.
SIIF menjadi wadah penting bagi para inovator untuk memperkenalkan ide-ide terobosan kepada produsen, investor, perusahaan lisensi, distributor, hingga masyarakat luas. SIIF 2025 diikuti oleh 617 peserta dari 19 negara. Ajang tersebut juga menampilkan lebih dari 500 penemuan dari seluruh dunia.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5456271/original/085715500_1766828492-Persik_vs_Persis.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5460824/original/016005100_1767322613-e66514da-82ee-43af-a569-1e5ddaf19dbf.jpeg)
