Trump Bersumpah AS Akan Turun Tangan Jika Iran Tembaki Demonstran

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Washington, VIVA – Presiden Donald Trump pada hari Jumat, 2 Januari 2026, bersumpah akan campur tangan jika Iran menembak atau membunuh demonstran damai secara brutal, seiring dengan meluasnya protes ekonomi dan berkembang menjadi kerusuhan yang mematikan.

Jika Iran "membunuh demonstran damai, yang merupakan kebiasaan mereka, Amerika Serikat akan datang untuk menyelamatkan mereka. Kami siap siaga dan siap bertindak," kata Trump dalam unggahan semalam di Truth Social.

Baca Juga :
Somaliland Bantah Akan Tampung Warga Palestina Usai Diakui Israel
Demo Besar-besaran di Iran Picu Kerusuhan, 7 Orang Tewas Puluhan Ditangkap

Para pejabat senior Iran membalas, memperingatkan bahwa intervensi AS akan memicu kekacauan regional dan akan disambut dengan respons tegas.

Hal ini terjadi setelah protes di Republik Islam berubah menjadi kekerasan dalam beberapa hari terakhir, dengan setidaknya tujuh kematian dilaporkan oleh sebuah organisasi hak asasi manusia dan setidaknya tiga dilaporkan oleh sebuah kantor berita semi-resmi.

Protes meletus pada hari Minggu di ibu kota Teheran, dengan massa sebagian besar meneriakkan keluhan ekonomi setelah mata uang negara itu mencapai titik terendah sepanjang masa terhadap dolar karena harga-harga melonjak.

Sejak itu, orang-orang turun ke jalan di kota-kota kecil, dan protes telah mengambil arah yang lebih politis dengan slogan-slogan yang menargetkan rezim ulama dan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, otoritas tertinggi negara itu.

Ekonomi Iran telah terpuruk akibat sanksi selama bertahun-tahun dan perang 12 hari dengan Israel pada Juni lalu — ketika militer AS juga menyerang fasilitas nuklir negara itu — menambah rasa gelisah masyarakat. Krisis air juga menyebabkan keran air mengering di beberapa tempat pada akhir tahun lalu.

Pemerintah sipil Iran, yang dipimpin oleh Presiden Masoud Pezeshkian, telah memberi sinyal bahwa mereka ingin bernegosiasi dengan para demonstran dan mengakui "tuntutan sah" mereka.

Namun, menanggapi Trump, Ali Larijani, mantan ketua parlemen yang menjabat sebagai sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, menuduh tanpa memberikan bukti bahwa Israel dan AS sedang memicu demonstrasi tersebut.

"Trump harus tahu bahwa intervensi AS dalam masalah domestik akan menyebabkan kekacauan di seluruh wilayah dan penghancuran kepentingan AS," tulis Larijani di X, yang diblokir oleh pemerintah Iran.

Baca Juga :
Indonesia Tolak Pengakuan Israel atas Somaliland, Ini Alasannya
Menteri Agus Blak-blakan soal Penerbitan Calling Visa untuk Puluhan Warga Israel
Buruh Demo Besar-besaran Tolak UMP 2026 Hari Ini!

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Masih Mungkinkah Ridwan Kamil dan Atalia Praratya Rujuk?
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Kedubes Spanyol Minta Basarnas Cari Korban Kecelakaan KM Putri Sakinah hingga Ditemukan
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Daftar Bansos yang Cair 2026, Segera Cek Pakai Data KTP di cekbansos.kemensos.go.id
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Satu Jasad Korban Banjir Bandang Ditemukan di Palembayan Agam
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Zohran Mamdani Usai Jadi Wali Kota New York: Kami Akan Jadi Contoh Dunia
• 15 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.