Sampah Meluber di Penggilingan, Warga Klaim Laporan Tak Pernah Ditindaklanjuti

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Tusiah, warga Perumahan Taman Jatinegara, mengaku kerap melaporkan persoalan tumpukan sampah yang meluber hingga menutup jalan dan menimbulkan bau tak sedap di kawasan Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur.

Ia menyebut kondisi tersebut mulai terjadi sejak tempat penampungan sementara (TPS) ditutup.

Setelah itu, pengelolaan sampah dialihkan ke pinggir jalan dengan sistem pemindahan dari gerobak ke truk untuk mencegah pembuang sampah dari luar wilayah.

“Iya, yang awal, artinya tuh juga sama sekali enggak menyelesaikan masalah, sekarang kan jadi malah makin semrawut di jalanan. Kan itu jalan umum,” jelas Tusiah saat ditemui Kompas.com, Jumat (2/1/2026).

Tusiah mengatakan, dirinya sudah berulang kali mengikuti rapat dengan pihak Lingkungan Hidup (LH) di tingkat kelurahan dan kecamatan untuk mencari solusi, termasuk mengusulkan agar TPS lama kembali difungsikan.

“Saya sudah sering rapat dengan pihak LH (Lingkungan Hidup), sama LH Kecamatan, LH Kelurahan juga, agar yang sampah lama itu difungsikan kembali,” ungkapnya.

var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=Jakarta, sampah, Sampah di penggilingan tutupi jalan, krisis sampah Jakarta, sampah dekat rusunawa PIK Penggilingan&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wMi8xODU3MTc5MS9zYW1wYWgtbWVsdWJlci1kaS1wZW5nZ2lsaW5nYW4td2FyZ2Eta2xhaW0tbGFwb3Jhbi10YWstcGVybmFo&q=Sampah Meluber di Penggilingan, Warga Klaim Laporan Tak Pernah Ditindaklanjuti§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `
${response.judul}
Artikel Kompas.id
`; document.querySelector('.kompasidRec').innerHTML = htmlString; } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } }); xhr.open("GET", endpoint); xhr.send();

Baca juga: BisKita Bogor Berhenti Beroperasi, Warga Kembali Andalkan Angkot

Janji Survei Belum Berujung Solusi

Menurut Tusiah, warga juga kerap dijanjikan adanya survei dari Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH). Namun, hingga kini, belum ada tindak lanjut yang jelas.

“Masih nunggu entar katanya Kasudin mau survei, terus itu gitu lho. Tapi enggak kunjung survei. Waktu itu udah mau survei, enggak jadi. Udah ditunggu-tunggu misalnya enggak jadi datang. Enggak ada tindak lanjut,” ujar Tusiah.

Sebagai langkah pencegahan, Tusiah bahkan mengusulkan pembuatan portal agar tidak ada lagi warga dari luar wilayah yang membuang sampah di lokasi tersebut.

Ia mengaku siap membangun portal secara swadaya jika diperlukan.

“Bahkan siap membuatkan portal kalau misalnya dari Pemda misalnya ‘Bu, kan ini sulit Bu, ngajuin dananya Bu’ gitu. Saya siap membuatkan portal dari uang saya, enggak jadi masalah. Yang penting di situ rapi gitu lho,” jelasnya.

Baca juga: Mobil Dinas Pelat RI 25 Diduga Serobot Antrean di Pintu Tol Cilandak

Sampah Bau hingga Lantai Atas Rusunawa

Sebelumnya, gunungan sampah di dekat Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) PIK Penggilingan juga dikeluhkan para penghuni rusun dan warga sekitar.

Tumpukan sampah tersebut menimbulkan bau tidak sedap yang tercium hingga lantai atas bangunan.

Keluhan warga mencuat setelah adanya aduan melalui aplikasi Jakarta Kini (Jaki).

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-for-outstream'); });
.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
LazyLoadSlot("div-gpt-ad-Zone_OSM", "/31800665/KOMPAS.COM/news", [[300,250], [1,1], [384, 100]], "zone_osm", "zone_osm"); /** Init div-gpt-ad-Zone_OSM **/ function LazyLoadSlot(divGptSlot, adUnitName, sizeSlot, posName, posName_kg){ var observerAds = new IntersectionObserver(function(entires){ entires.forEach(function(entry) { if(entry.intersectionRatio > 0){ showAds(entry.target) } }); }, { threshold: 0 }); observerAds.observe(document.getElementById('wrap_lazy_'+divGptSlot)); function showAds(element){ console.log('show_ads lazy : '+divGptSlot); observerAds.unobserve(element); observerAds.disconnect(); googletag.cmd.push(function() { var slotOsm = googletag.defineSlot(adUnitName, sizeSlot, divGptSlot) .setTargeting('Pos',[posName]) .setTargeting('kg_pos',[posName_kg]) .addService(googletag.pubads()); googletag.display(divGptSlot); googletag.pubads().refresh([slotOsm]); }); } }

Dalam laporannya, pelapor mengaku mencium aroma menyengat dari tumpukan sampah di sekitar rusunawa.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Malaysia Open 2026: Ganda Putra Tuan Rumah Antisipasi Ancaman Indonesia
• 23 jam lalugenpi.co
thumb
Pria Diduga Pelaku Curanmor Dihajar Massa di Kapasmadya Baru Surabaya
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
OJK Dorong Penguatan Integritas Pasar Modal dan Bursa Karbon pada 2026
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
BPKH Pastikan Dana Haji Khusus 2026 Aman, Pencairan Tunggu Verifikasi Kementerian
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Kronologi Pelaku Tabrak Lari Maut di Tambora Tertemper Kereta saat Kabur
• 8 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.