Produsen otomotif Cina, BYD, menyalip Tesla milik Elon Musk sebagai penjual kendaraan listrik (EV) terbesar di dunia. Sepanjang 2025, BYD menyatakan penjualan mobil bertenaga baterai mereka meningkat hampir 28% menjadi lebih dari 2,25 juta unit.
Ini pertama kalinya BYD melampaui Tesla dalam penjualan tahunan. Pekan lalu, Tesla menerbitkan perkiraan analis yang menunjukkan mereka telah menjual sekitar 1,65 juta kendaraan sepanjang tahun lalu. Laporan resmi mengenai angka penjualan Tesla sepanjang 2025 akan diumumkan pada Jumat (2/1).
Perusahaan AS tersebut telah menghadapi tahun yang sulit dengan penerimaan yang beragam terhadap penawaran baru, kekhawatiran atas aktivitas politik Musk, dan persaingan yang semakin ketat dari produsen kendaraan listrik asal Cina.
Menurut laporan BBC, perusahaan-perusahaan Tiongkok seperti Geely, MG, dan BYD telah menekan kompetitor dari negara-negara Barat dengan menetapkan harga kendaraan mereka di bawah merek-merek yang sudah mapan.
Pada Oktober lalu, Tesla merespons dengan meluncurkan versi yang lebih murah dari dua model terlarisnya di AS dalam upaya untuk meningkatkan penjualan.
Musk - orang terkaya di dunia - ditugaskan untuk secara signifikan meningkatkan penjualan dan nilai pasar saham Tesla selama dekade berikutnya untuk mengamankan paket tunjangan yang memecahkan rekor. Kesepakatan yang disetujui oleh para pemegang saham pada bulan November 2025 itu akan membuat Musk mendapatkan pembayaran hingga US$ 1 triliun (Rp 16.718 triliun).
Sebagai bagian dari perjanjian tersebut, Musk juga harus menjual satu juta robot humanoid selama sepuluh tahun ke depan. Tesla telah berinvestasi besar-besaran pada produk "Optimus" dan "Robotaxi" yang dapat mengemudi sendiri.
Penjualan Tesla merosot dalam tiga bulan pertama tahun 2025 setelah investor bereaksi negatif terhadap peran Musk dalam pemerintahan Presiden AS Donald Trump.
Selain Tesla, kepentingan bisnis miliarder ini juga mencakup platform media sosial X, perusahaan roket SpaceX, dan Boring Company, yang bergerak di bidang penggalian terowongan.
Komitmen-komitmen tersebut ditambah dengan tugas Musk di Departemen Efisiensi Pemerintah (Doge) di bawah pemerintahan Trump, membuat beberapa investor khawatir Musk tidak cukup fokus pada Tesla. Sejak saat itu, Musk berjanji untuk mengurangi perannya dalam pemerintahan AS secara "signifikan".
Meskipun BYD mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan penjualannya melambat pada tahun 2025 menjadi tingkat terlemah dalam lima tahun terakhir. Hal ini disebabkan persaingan ketat di pasar domestik Cina yang menjadi pasar utama perusahaan.
Namun, BYD tetap menjadi kekuatan global di industri kendaraan listrik (EV) karena harganya seringkali lebih rendah daripada produsen mobil saingan.
Ekspansi pesat perusahaan yang berbasis di Shenzhen ini - terutama di Amerika Latin, Asia Tenggara, dan sebagian Eropa - terjadi meskipun banyak negara memberlakukan tarif tinggi pada kendaraan listrik buatan Tiongkok.
Pada Oktober 2025, BYD mengatakan Inggris telah menjadi pasar terbesarnya di luar Tiongkok. Perusahaan tersebut mengatakan penjualannya di Inggris melonjak sebesar 880% hingga akhir September 2025. Lonjakan penjualan itu didorong oleh permintaan yang kuat untuk versi plug-in hybrid dari kendaraan sport utility vehicle (SUV) Seal U.



