Penjualan Mobil Turun 10% pada 2025, Apa Saja Penyebabnya?

katadata.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo mendata penjualan mobil pada Januari-November 2025 susut 9,6% secara tahunan menjadi 710.084 unit. Hal tersebut Gaikindo merevisi proyeksi penjualan mobil 2025 dari 850 ribu unit pada awal tahun, menjadi 780 ribu unit pada akhir tahun.

"Kami memproyeksikan penjualan mobil baru 2025 berkurang 10% menjadi 780.000 unit. Sebab, memang daya beli pada tahun lalu sangat lemah yang dimulai dari awal tahun," kata Ketua I Gaikindo Jongkie D Sugiarto kepada Katadata.co.id, Jumat (2/1).

Pakar Otomotif Institut Teknologi Bandung Yannes Martinus Pasaribu mengatakan faktor utama penurunan penjualan mobil baru tahun lalu adalah daya beli. Hal tersebut terlihat dari penurunan penjualan mobil murah rendah emisi (LCGC) pada Januari-November 2025.

"Segmen LCGC tertekan berat oleh kombinasi daya beli yang melemah dan biaya kepemilikan yang makin berat akibat bunga kredit pinjaman yang tinggi," kata Yannes kepada Katadata.co.id, Jumat (2/1).

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo mendata penjualan LCGC pada 11 bulan pertama tahun lalu anjlok lebih dari 30% menjadi 162.320 unit. Capaian tersebut turun lebih dalam dari total penjualan mobil ke konsumen sebesar 9,6% menjadi 710.084 unit.

Kementerian Perindustrian memprediksi total penjualan mobil baru pada tahun lalu hanya mencapai 775.000 unit. Angka tersebut lebih rendah dari target penjualan Gaikindo ayng baru saja direvisi sejumlah 780.000 unit.

Yannes mengatakan prediksi pemerintah menunjukkan perlambatan struktural serius dalam industri otomotif nasional. Sebab, pasar tidak mampu menciptakan akselerasi signifikan akhir tahun walaupun telah ada berbagai program diskon dan pameran.

Kredit Pinjaman

Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk Josua Pardede menilai faktor utama lesunya penjualan mobil baru tahun lalu adalah bunga kredit. Menurutnya, rata-rata penurunan suku bunga kredit sangat lambat dibandingkan penurunan suku bunga acuan.

Bank Indonesia telah memangkas suku bunga acuan hingga 1,25% pada tahun ini menjadi 4% pada November 2025. Namun suku bunga kredit baru turun 20 basis poin dari 9,2% pada awal 2025 menjadi 9%.

Dengan demikian, efek perbaikan IKK pada November 2025 menjadi 124 poin tidak dapat diartikan sebagai peningkatan penjualan mobil baru.

Josua mengamati kelompok pengeluaran Rp 3,1 juta sampai Rp 4 juta per bulan mengalami penurunan indeks penghasilan pada November 2025. Alhasil, pembelian mobil baru pada Desember diprediksi belum akan naik lantaran -rata suku bunga pinjaman hanya turun 16 basis poin dari 9,23% pada Januari 2025 sebesar menjadi 9,07% pada September 2025.

Penurunan suku bunga pinjaman penting lantaran mayoritas pembelian mobil menggunakan skema kredit. Dengan demikian, mayoritas konsumen mobil memilah untuk menunda pembelian mobil baru sepanjang 2025.

"Ketika cicilan tidak banyak turun, kenaikan harga mobil sekecil apapun menjadi terasa besar bagi segmen utama yang sensitif harga. Alhasil, penundaan pembelian meningkat dan pilihan mobil bekas terlihat lebih menarik," katanya.

Pergeseran Pasar

Josua menyampaikan pergeseran pasar dari mobil baru ke mobil bekas telah terjadi pada tahun lalu. Sebab, penurunan penjualan kendaraan pada pada tahun lalu tetap tumbuh.

Otoritas Jasa Keuangan mendata kredit pemilikan kendaraan bermotor tumbuh 4,22% secara tahunan pada Januari-Oktober 2025 dari periode yang sama tahun lalu senilai Rp 1.354 triliun menjadi Rp 1.411 triliun. Josua menilai kenaikan tersebut terjadi lantaran ada pergeseran konsumen ke pasar mobil bekas yang signifikan pada tahun lalu.

Menurutnya, perbaikan IKK pada November 2025 tidak bisa diartikan sebagai peningkatan penjualan mobil baru pada Desember 2025. Sebab, mayoritas pembeli mobil nasional yang berada di kelas menengah kini cenderung menurunkan kelas mobil baru yang ingin dibeli atau pindah ke pasar bekas.

"Saat IKK November membaik, kelompok pengeluaran menengah mengalami penurunan penilaian atas penghasilan dan melemah dalam pembelian barang tahan lama. Karena itu, perbaikan keyakinan mayoritas diserap untuk menjaga tabungan, bukan langsung ke pembelian mobil baru," katanya.



Penurunan suku bunga pinjaman yang lambat dan pelemahan daya beli membuat pemulihan penjualan mobil baru berpotensi stagnan. Sepanjang 2025, penjualan mobil turun hampir 10% meski keyakinan konsumen membaik pada akhir tahun.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo mendata penjualan mobil pada Januari-November 2025 susut 9,6% secara tahunan menjadi 710.084 unit. Hal tersebut membuat asosiasi merevisi target penjualan dari 850.000 unit pada awal tahun lalu menjadi 780.000 unit.

"Kami memproyeksikan penjualan mobil baru 2025 berkurang 10% menjadi 780.000 unit. Sebab, memang daya beli pada tahun lalu sangat lemah yang dimulai dari awal tahun," kata Ketua I Gaikindo Jongkie D Sugiarto kepada Katadata.co.id, Jumat (2/1).

Jongkie mengaku belum menentukan target penjualan mobil baru pada tahun ini. Namun Jongkie berharap pertumbuhan ekonomi nasional dapat mencapai 6% yang akhirnya akan meningkatkan daya beli masyarakat.

Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk Josua Pardede memproyeksikan penjualan mobil tahun ini hanya akan mencapai 802.000 unit. Kenaikan Indeks Keyakinan Konsumen pada akhir 2025 dinilai masih tertahan suku bunga pinjaman tinggi dan daya beli masyarakat yang belum pulih.

Karena itu, Josua menilai produsen dan diler mobil harus mengincar basis pembeli yang tidak terkekang dua faktor tersebut untuk menjual lebih dari 1 juta unit mobil baru tahun ini.

Josua mencatat mayoritas konsumen di dalam negeri memilih mobil dalam segmen harga Rp 100 juta sampai Rp 500 juta. Kelompok harga tersebut sangat peka terhadap kenaikan harga dan daya beli.

Karena itu, Josua mengatakan penjualan mobil di dalam negeri secara total masih tumbuh, namun bergeser ke pasar mobil bekas. Konsumen kini cenderung menunda membeli mobil baru atau beralih ke mobil bekas di era pelemahan daya beli.

Di sisi lain, perbaikan Indeks Keyakinan Konsumen pada November 2025 tidak mencerminkan konsumen mobil di dalam negeri. Sebab, peningkatan IKK dari 121,2 poin pada Oktober 2025 menjadi 124 poin tidak dibarengi dengan kecepatan penurunan suku bunga pinjaman.

Josua mencatat rata-rata suku bunga pinjaman hanya turun 16 basis poin dari 9,23%  pada Januari 2025 sebesar menjadi 9,07% pada September 2025. Pada saat yang sama, mayoritas pembelian mobil di dalam negeri menggunakan kredit perbankan daripada uang tunai.

"Saat IKK November 2025 membaik, kelompok pengeluaran menengah mengalami penurunan penilaian atas penghasilan dan melemah dalam pembelian barang tahan lama. Karena itu, perbaikan keyakinan diserap untuk menjaga tabungan, bukan langsung ke pembelian mobil baru," katanya.

Dengan demikian, Josua mendorong pemangku kepentingan fokus menekan hambatan keterjangkauan antara harga mobil baru dan daya beli kelas menengah. Produsen perlu memperkuat varian dengna harga terjangkau untuk menekan biaya cicilan.

Sementara itu, diler mobil perlu lebih agresif menerbitkan program tukar tambh dn paket uang muka yang lebih ringan. Strategi ini dinilai dapat menghambat perpindahan konsumen ke pasar mobil bekas pada tahun ini.

Adapun pemerintah perlu mempercepat penurunan suku bunga acuan di tingkat konsumen. Jika tidak, permintaan mobil baru akna sulit melonjak walaupun inflasi berhasil dikendalikan.

"Di saat yang sama, produsen mobil perlu lebih tajam membidik wilayah yang tumbuh. Sebab, sebagian provinsi tetap mencatat pertumbuhan penjualan dan ini bisa jadi kantong pemulihan penjualan tahun ini," ujarnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tomas Trucha Boyong 24 Pemain Hadapi Borneo FC
• 12 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Rumah Diding Boneng Ambruk Karena Hujan Deras, Semoga Segera Diperbaiki
• 11 jam lalugenpi.co
thumb
Viral Alumni UHO Diganti di PDDikti, Kemendikti: Sudah Selesai
• 12 jam laludetik.com
thumb
85,8 Persen Dosen, Peneliti, Pengelola Riset Puas terhadap Program Kemdiktisaintek
• 1 jam lalujpnn.com
thumb
Klasemen Liga Inggris: Arsenal Nyaman di Puncak usai City Gagal Menang
• 15 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.