Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah terdampak bencana mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Pasar Aceh Tamiang kembali menggeliat, meski proses pembersihan pascabencana masih berlangsung di sejumlah titik.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan bahwa roda perekonomian warga mulai bergerak seiring dengan upaya pemulihan yang berjalan paralel di lapangan. Hal itu disampaikan dalam konferensi pers, pada Jumat, 2 Januari 2026.
"Pagi ini kami mendapatkan visual dari Pasar Aceh Tamiang. Meskipun proses pembersihan masih berlangsung, di beberapa sisi yang sudah bersih aktivitas jual beli sudah berjalan. Produk ekonomi mulai berputar dan masyarakat kembali bertransaksi," ujar Abdul Muhari, dikutip dari YouTube BNPB Indonesia, Jumat, 2 Januari 2026.
Ia menilai, kembalinya aktivitas pasar tradisional menjadi sinyal positif bagi pemulihan pascabencana. Selain mendorong pendapatan warga, pergerakan ekonomi di pasar juga turut menghidupkan kembali rantai pasok barang kebutuhan masyarakat.
"Komponen supply chain dari barang-barang yang dijual di pasar tradisional sudah mulai masuk dan dibeli. Ini diharapkan menjadi akselerator atau katalis percepatan pemulihan secara umum," jelasnya.
Kebangkitan aktivitas ekonomi tidak hanya terjadi di Aceh Tamiang. BNPB mencatat, kegiatan jual beli juga mulai berjalan di sejumlah daerah lain seperti Pidie Jaya dan Meureudu, bahkan di Pidie Jaya aktivitas pasar sudah berlangsung sejak beberapa hari terakhir.
BNPB terus mendorong pemerintah daerah agar pemulihan ekonomi masyarakat dapat segera dilakukan, terutama melalui pengaktifan kembali pasar-pasar tradisional di kabupaten dan kota terdampak.
"Pemulihan ekonomi warga menjadi bagian penting dari proses pemulihan pascabencana. Karena itu, kami terus mendorong daerah lain untuk mulai mengaktifkan kembali kegiatan ekonomi masyarakat," ucapnya.
Editor: Redaktur TVRINews



