FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Meski telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan fitnah terkait polemik ijazah Presiden Joko Widodo, Dokter Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa tetap menunjukkan perhatian terhadap kondisi mantan presiden dua periode tersebut. Terbaru, Tifa memberikan saran terbuka kepada Jokowi agar tidak lagi memusingkan polemik ijazah dan lebih memprioritaskan kesehatan pribadi.
Pernyataan tersebut disampaikan Tifa menanggapi isu dugaan Jokowi menyiapkan dana dalam jumlah sangat besar untuk membiayai perkara hukum terkait polemik ijazah. Menurut Tifa, pembiayaan tersebut seharusnya dihentikan karena polemik ijazah dinilai telah selesai secara ilmiah dan tidak lagi relevan untuk dipersoalkan.
“Saran saya kepada Pak Jokowi, daripada menghabiskan dana ratusan triliun demi membiayai kasus ijazah, yang sudah selesai secara ilmiah dan sulit dibantah validitasnya,” ujar Tifa melalui akun X @DokterTifa, dikutip Jumat (2/1/2026).
Ia menilai, dana dalam jumlah besar itu akan jauh lebih bermanfaat jika dialihkan untuk penanganan masalah kesehatan Jokowi, khususnya penyakit autoimun sistemik yang menurut analisis medisnya berpotensi semakin memburuk.
“Lebih baik dana tersebut digunakan untuk pengobatan autoimun sistemik yang saya prognosis secara at distance akan makin memburuk dan tidak akan tuntas menggunakan pengobatan konvensional di dalam negeri,” sebutnya.
Dalam pernyataannya, Dokter Tifa mengaku telah melakukan pencarian terhadap sejumlah rumah sakit di luar negeri yang memiliki teknologi medis canggih dan dokter dengan kompetensi khusus dalam menangani penyakit autoimun.
“Saya sudah searching hospital yang memiliki dokter dan medikasi teknologi super canggih tentang penyakit autoimun,” ucapnya.
Ia menyebut sejumlah negara yang dinilai memiliki fasilitas kesehatan unggulan dan sumber daya medis mumpuni untuk penanganan penyakit tersebut.
“Ada beberapa, di antaranya Amerika Serikat, Jerman, Swedia, Swiss, Israel, dan Kanada,” imbuhnya.
Terkait polemik ijazah Jokowi yang masih bergulir dan keberadaan ratusan dokumen di Polda Metro Jaya, Tifa kembali menegaskan agar persoalan itu tidak lagi menjadi beban pribadi Jokowi. Ia menyarankan agar proses hukum sepenuhnya diserahkan kepada pihak terkait.
“Soal ijazah dan 709 dokumen lain yang saat ini ada di Polda Metro Jaya, biar diurus oleh RRT saja. Juga soal riwayat pendidikan Gibran,” katanya.
Tifa juga meminta Jokowi untuk benar-benar memusatkan perhatian pada proses pengobatan dan pemulihan kesehatan dengan suasana yang lebih tenang, jauh dari tekanan polemik publik.
“Bapak Jokowi fokus pengobatan saja, dan menjalani masa pemulihan yang tenang di USA, Kanada, Jerman, atau di mana pun, tanpa harus pusing memikirkan ijazah dan Gibran lagi,” lanjutnya.
Bahkan, Tifa secara terbuka mengajak Jokowi menjadikan pengobatan sebagai prioritas utama pada tahun mendatang.
“Ayo Pak Jokowi, jadikan pengobatan autoimun Bapak sebagai resolusi 2026,” ucapnya.
Di sisi lain, Dokter Tifa juga mengingatkan Jokowi agar berhati-hati terhadap metode pengobatan yang dijalani saat ini, khususnya penggunaan steroid dosis tinggi secara berkelanjutan.
“Jangan percaya dengan dokter-dokter yang menyuntik Bapak terus menerus dengan steroid dosis tinggi,” tegasnya.
Ia memperingatkan bahwa penggunaan steroid jangka panjang berpotensi menimbulkan komplikasi serius pada sejumlah organ vital.
“Ginjal, jantung, kelenjar limfe, liver, dan lain-lain tidak kuat menerimanya di tahun kedua sakitnya Bapak ini,” kuncinya. (muhsin/fajar)



