Jakarta, tvOnenews.com - Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara terus bergerak mendalami kasus kematian tragis satu keluarga di sebuah rumah kontrakan di Jalan Warakas, Tanjung Priok.
Hingga Jumat (2/1), pihak kepolisian telah memintai keterangan dari empat orang saksi untuk mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Onkoseno Gradiarso Sukahar, merinci bahwa saksi-saksi yang diperiksa memiliki hubungan dekat dengan para korban.
“Empat orang saksi yang kami periksa. Satu orang merupakan anak korban dan seorang lagi merupakan keluarga,” jelas Onkoseno di Jakarta.
Selain pemeriksaan saksi, tim penyidik masih melangsungkan olah tempat kejadian perkara (TKP) hingga Jumat malam.
Fokus kepolisian saat ini adalah mengumpulkan bukti-bukti fisik dan menunggu hasil pemeriksaan medis dari RS Polri Kramat Jati, tempat ketiga jenazah dievakuasi.
“Kami masih bekerja untuk mengungkap kasus ini. Kami juga masih menunggu hasil dari tim forensik RS Polri,” tambahnya.
Berdasarkan kronologi yang dihimpun, penemuan jenazah bermula saat salah satu anak korban kembali ke rumah.
Begitu pintu kontrakan dibuka, ia mendapati ibu dan saudara-saudaranya sudah dalam posisi terlentang tidak bernyawa dengan kondisi fisik yang mencurigakan.
“Anak ini menemukan ketiga jasad dalam kondisi mulut mengeluarkan busa dan ada ruam di tubuhnya,” ungkap Onkoseno.
Temuan busa dan ruam tersebut kini menjadi materi utama analisis tim penyidik dan kedokteran forensik.
Dalam penggeledahan di lokasi, petugas mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga kuat berkaitan dengan insiden tersebut, di antaranya botol minuman, sisa bungkus makanan, pakaian korban, hingga seprai.
“Barang bukti ini kami kumpulkan untuk melengkapi penyelidikan,” kata Onkoseno.
Peristiwa yang menggemparkan warga Gang 10 Warakas ini mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, yakni seorang anak laki-laki AAB (13), serta dua perempuan berinisial SS (50) dan AAL (27).
Di sisi lain, satu korban laki-laki berinisial ASJ (22) dilaporkan selamat dan masih menjalani perawatan medis secara intensif di RSUD Koja. (ant/dpi)



