FAJAR, SURABAYA — Kekuatan Bonek kembali terasa, bahkan sebelum bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026 resmi dibuka penuh. Kali ini, sasaran mereka adalah satu nama besar: Craig Goodwin.
Sayap kiri berpengalaman Timnas Australia itu tengah dikaitkan dengan Persebaya Surabaya, dan respons publik—khususnya Bonek—terbilang masif. Kolom komentar media sosial Goodwin mendadak berubah warna menjadi hijau.
Pada Kamis (1/1), Craig Goodwin mengunggah foto refleksi perjalanan hidupnya sepanjang 2025—bersama keluarga, Timnas Australia, dan klubnya, Adelaide United. Unggahan tersebut menuai 1.089 komentar, dan di antaranya, puluhan berasal dari akun-akun yang jelas merepresentasikan Bonek.
Emoji buaya, hati hijau, hingga pesan langsung berbahasa Jawa Timur membanjiri kolom komentar. Identitas Persebaya begitu kental.
“2026 ke Persebaya ya,” tulis salah satu akun Bonek.
“Wayahé gowo Bajol juara, cak Goodd,” komentar lainnya.
Tekanan Sosial ala Bonek
Bagi publik sepak bola Indonesia, fenomena ini bukan hal baru. Bonek dikenal sebagai salah satu basis suporter paling vokal dan konsisten dalam mengawal isu transfer—baik sebagai dukungan, tekanan moral, maupun sinyal keseriusan klub.
Fanatisme tersebut diyakini bisa menjadi faktor psikologis bagi pemain asing, termasuk Craig Goodwin.
“Persebaya punya suporter yang banyak dan fanatik,” tulis salah satu akun lain, menyiratkan daya tarik yang ditawarkan Surabaya di luar aspek finansial.
Dalam konteks sepak bola modern, kekuatan suporter kerap menjadi variabel non-teknis yang tak bisa diabaikan. Atmosfer stadion, loyalitas pendukung, dan tekanan publik sering kali memengaruhi keputusan pemain—terutama mereka yang mencari tantangan baru di fase akhir karier.
Rumor yang Terus Menguat
Isu ketertarikan Persebaya terhadap Craig Goodwin bukan sekadar bisik-bisik suporter. Sejak 30 Desember, akun @transfermarkt.co.id turut menghembuskan rumor tersebut.
“Rumor panas dari bursa Super League. Persebaya Surabaya disebut mengincar winger kiri asal Australia, Craig Goodwin, seiring rencana perombakan pemain asing,” tulis akun itu.
Goodwin, yang kini berusia 34 tahun, dikenal sebagai winger kiri dengan akurasi crossing tinggi, pengalaman internasional, serta mentalitas kompetitif. Jika bergabung, ia berpotensi menjadi pelapis sekaligus pesaing langsung Bruno Moreira, kapten Persebaya, di sisi kiri serangan.
Kehadirannya juga akan menambah kedalaman skuad Green Force, terutama untuk menghadapi jadwal padat dan ambisi besar di paruh kedua musim.
Masih Ada Tembok Kontrak
Meski tekanan publik menguat, jalan Persebaya menuju Craig Goodwin tidak sepenuhnya lapang. Pemain asal Australia itu masih terikat kontrak dengan Adelaide United hingga Juni 2028.
Artinya, jika ingin merekrut Goodwin secara permanen, Persebaya harus menyiapkan skema serius—baik berupa transfer penuh, peminjaman, atau pendekatan personal yang sangat kompetitif.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari manajemen Persebaya terkait sejauh mana keseriusan mereka memburu Goodwin. Namun satu hal jelas: Bonek sudah lebih dulu bergerak.
Dan dalam sejarah sepak bola Indonesia, ketika Bonek mengawal isu transfer sejak dini, peluang kejutan selalu terbuka.




