FENOMENA astronomi pertama di tahun 2026 akan hadir melalui kemunculan bulan purnama yang dikenal sebagai Wolf Moon. Berdasarkan laporan astronomis, puncak purnama ini akan terjadi pada tanggal 3-4 Januari 2026.
Wolf Moon dan Fenomena SupermoonPeristiwa ini menarik perhatian karena bertepatan dengan fenomena Supermoon, ketika bulan berada pada posisi terdekatnya dengan Bumi. Kombinasi bulan purnama dan posisi perigee membuat satelit alami Bumi ini terlihat sekitar 14% lebih besar dan 30% lebih terang dibandingkan saat berada di posisi terjauh (apogee).
Penamaan Wolf Moon sendiri merujuk pada tradisi cerita rakyat di Amerika Utara dan Eropa yang menandai waktu serigala melolong lebih sering saat musim dingin. Bulan akan mulai terbit dari ufuk timur sesaat setelah matahari terbenam.
Bulan dan Planet Jupiter SejajarSelain penampakan bulan yang lebih dominan, pengamat langit juga berkesempatan melihat planet Jupiter yang akan tampak berada sangat dekat dengan posisi bulan. Jupiter akan terlihat seperti titik cahaya terang yang stabil di dekat piringan bulan selama akhir pekan ini.
Fenomena posisi sejajar antara Bulan dan Jupiter ini menambah daftar objek langit yang dapat diamati dengan mata telanjang tanpa memerlukan peralatan khusus.
Waktu Mengamati TerbaikWaktu pengamatan terbaik disarankan saat bulan baru saja terbit, karena adanya efek ilusi bulan yang membuatnya tampak jauh lebih masif saat berada dekat dengan garis cakrawala. Meskipun dapat dilihat secara langsung, penggunaan teropong atau teleskop kecil dapat membantu pengamat melihat detail kawah-kawah di permukaan bulan dengan lebih jelas.
Fenomena ini dapat dinikmati di seluruh wilayah dunia selama cuaca cerah dan tidak tertutup awan. Kemunculan Wolf Supermoon ini juga menandai dimulainya serangkaian peristiwa langit penting di tahun 2026, termasuk gerhana dan fenomena konjungsi planet lainnya.
Bagi masyarakat umum, fenomena ini menjadi tontonan alam gratis yang dapat diakses dengan mudah dari halaman rumah masing-masing. Cahaya Wolf Moon tahun ini diperkirakan akan sangat kuat sehingga mampu menerangi lanskap malam dengan signifikan. Setelah melewati tanggal 4 Januari, fase bulan akan perlahan mengecil seiring perjalanannya menuju fase bulan baru.
(Forbes/Live Science/P-4)




