Pantau - Satgas Air Universitas Pertahanan (Unhan) bersama personel Yonzipur Kodam I/Bukit Barisan membangun sistem penjernih air berbasis reverse osmosis (RO) di wilayah terdampak bencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang.
Pemasangan alat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air minum dan air bersih masyarakat, khususnya di puskesmas, posko pengungsian, instansi pemerintahan, dan rumah ibadah.
“Alat inovasi dari Unhan ini mampu memproduksi air minum dan air bersih. Alat ini diciptakan berdasarkan dengan metode RO,” ujar Koordinator Laboratorium Teknik Konstruksi Bangunan Militer Unhan, Pungky Dharma Saputra, dalam keterangannya di Aceh Tamiang, Jumat.
Satu Hari Pemasangan, Satu Alat Hasilkan 20.000 Liter Air SehariAlat penjernih air RO yang dikembangkan oleh Unhan memiliki kapasitas produksi 4.000 gallons per day (GPD) atau setara dengan 20.000 liter air bersih setiap hari.
Metode RO telah dimodifikasi agar mampu menyaring air dalam kondisi buruk menjadi air layak konsumsi dan digunakan untuk keperluan sanitasi.
“Jadi kita merancang alat ini itu untuk merubah air dalam kondisi yang tidak baik menjadi air minum dan air bersih,” jelas Pungky.
Satgas Air Unhan terdiri dari 28 orang, termasuk 1 Dansatgas, 3 dosen ahli, dan 24 kadet mahasiswa dari Fakultas Teknik dan Teknologi Pertahanan serta Fakultas Matematika.
Proses pemasangan alat memakan waktu sekitar satu hari tergantung kondisi lokasi.
Untuk satu titik pemasangan dibutuhkan 10–12 personel gabungan, yang juga harus membersihkan sisa lumpur banjir sebelum instalasi dilakukan.
Sersan Mayor Satu Kadet Febri Dwi Setiawan menyatakan bahwa pemasangan telah dilakukan di beberapa lokasi seperti Koramil dan Puskesmas Kecamatan Karang Baru yang juga dikunjungi Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin.
“Hari ini pemasangan alat RO di Puskesmas Bendahara. Untuk kapasitas tandon air bersih 5.000 liter dan tandon air minum khusus dari bahan stainless kapasitas 2.000 liter dengan daya listrik 3.000 watt,” terangnya.
20 Titik Sudah Terpasang, Target 100 Titik di Wilayah TerdampakDari target 100 titik pemasangan alat penjernih air di wilayah bencana, 20 titik telah berhasil dipasang di Aceh Tamiang.
Lima titik di antaranya telah beroperasi, yakni dua titik di Batalyon Infanteri 111/KB Raider dan tiga titik di Puskesmas Manyak Payed, Bendahara, dan Banda Mulia.
Sasaran pemasangan difokuskan pada puskesmas yang terdata oleh pusat krisis Kemenkes RI, posko pengungsian, kantor pemerintahan, dan masjid yang dijadikan tempat penampungan.
“Alat ini kita taruh di Puskesmas dan instansi pemerintahan agar dapat dirawat dan penggunaannya dapat dikontrol oleh instansi setempat,” ujar Pungky.
Setelah menyelesaikan misi di Aceh Tamiang, para kadet mahasiswa Unhan dijadwalkan melanjutkan pemasangan alat RO ke daerah terdampak bencana lainnya seperti Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah.



