Bisnis.com, DENPASAR – Pergerakan wisatawan dari Jawa ke Bali selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 turun 4,5% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan data PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), secara kumulatif sejak H-10 hingga H+7 Nataru tercatat total penumpang dari Bali ke Jawa sebanyak 427.910 orang atau turun 4,7% (YoY), dengan total kendaraan 121.364 unit atau naik 1,8% (YoY).
Sementara itu, total penumpang dari Jawa ke Bali mencapai 413.839 orang atau turun 4,5 persen, dengan kendaraan 110.193 unit atau naik 0,9 persen.
Pada Kamis (1/1/2026) atau H+7 Nataru, tercatat 30.600 penumpang dan 7.190 kendaraan menyeberang dari Bali ke Jawa melalui lintasan Ketapang–Gilimanuk. Data ini mencerminkan kembalinya masyarakat pasca libur Natal dan Tahun Baru, seiring mulai bergeraknya kembali aktivitas ekonomi di awal tahun.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyampaikan bahwa perusahaan terus menjaga kesiapsiagaan operasional untuk mengantisipasi potensi peningkatan arus balik pada akhir pekan. Menurutnya, awal Januari tidak hanya diwarnai arus balik wisatawan, tetapi juga mulai meningkatnya pergerakan angkutan logistik menuju wilayah Jawa.
“Kami memastikan kesiapan armada, optimalisasi pola operasi, serta penguatan layanan di lintasan utama, termasuk Ketapang–Gilimanuk dan Merak–Bakauheni, agar arus kendaraan tetap terkendali, khususnya pada puncak arus balik Natal dan Tahun Baru,” jelas Heru dikutip dari siaran pers, Jumat (2/1/2026).
Sementara itu, Corporate Secretary ASDP Windy Andale menjelaskan bahwa berdasarkan data kumulatif Posko Angkutan Nataru 2025/2026, tingkat pemanfaatan kuota lintasan Bali–Jawa dan Sumatera–Jawa masih berada di kisaran 21,80%.
"Kondisi ini menunjukkan kapasitas penyeberangan relatif longgar, sehingga arus balik dapat berlangsung lebih merata dan terkendali," kata Windy.
Sejalan dengan itu, ASDP mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan arus balik Natal dan Tahun Baru agar merencanakan perjalanan sejak dini melalui pemanfaatan sistem tiket online Ferizy.
"Saat ini tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan, dan tiket penyeberangan telah tersedia sejak H-60 sebelum keberangkatan. Pengguna jasa diminta memastikan telah bertiket sebelum tiba di pelabuhan serta datang sesuai jadwal keberangkatan," ujarnya

/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2019%2F05%2F04%2F18463020-1b0f-4ddf-8912-dfa5b68fc9f6_jpg.jpg)



