Atlet terjun payung Widiasih yang sempat dilaporkan hilang usai terjatuh di Pantai Batu Karas, Pangandaran, Jawa Barat, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah korban ditemukan pada hari keempat pencarian, mengapung di perairan Teluk Nanjung, Pangandaran, Kamis, 1 Januari 2026.
Korban ditemukan nelayan pencari keong dalam posisi tengkurap dan masih mengenakan perlengkapan terjun payung lengkap. Kondisi jasad dilaporkan utuh saat pertama kali ditemukan. Tim SAR gabungan yang menerima laporan langsung mengevakuasi jenazah ke Pantai Batu Karas sebelum dibawa ke RSUD Pandega Pangandaran untuk penanganan lebih lanjut.
Direktur Polairud Polda Jawa Barat, Kombes Pol Edward Indharmawan Eka Chandra menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tersebut. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang dan menekankan pentingnya koordinasi antarinstansi dalam setiap kegiatan olahraga berisiko tinggi, termasuk terjun payung. Menurutnya, keberadaan tim SAR yang siaga di sekitar lokasi kegiatan menjadi hal yang krusial demi keselamatan atlet.
Sebelumnya, Widiasih mengalami kecelakaan saat menjalani latihan terjun payung bersama empat rekannya dalam rangka persiapan babak kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat. Insiden terjadi di sekitar Bandara Nusawiru, Kecamatan Cijulang, Pangandaran, pada Selasa, 30 Desember 2025. Peristiwa tersebut menyebabkan dua atlet senior meninggal dunia.
Berdasarkan informasi awal, kecelakaan diduga dipicu perubahan arah angin yang cukup signifikan pada ketinggian sekitar 10.000 kaki. Kondisi tersebut membuat para penerjun kehilangan kendali dan kesulitan menentukan arah pendaratan hingga akhirnya terhempas ke perairan. Kasus ini masih menjadi perhatian aparat terkait untuk evaluasi keselamatan ke depan.
(Farouq Faza Bagjawan Alnanto)




