Jakarta (ANTARA) - TNI berkolaborasi dengan Perkumpulan Insan Maritim Andalan (Pima) Indonesia meningkatkan semangat juang dan nasionalisme serta menginspirasi masyarakat melalui acara diskusi yang menghadirkan prajurit berprestasi.
Diskusi yang mengusung tema "Prestasi, Disiplin, dan Pengabdian untuk Indonesia" dan digelar di Jakarta, Jumat, ini dihadiri atlet angkat besi nasional pemegang rekor dunia Letnan Dua TNI Rizki Juniansya dan perwira tinggi TNI dengan latar belakang kepemimpinan strategis dan akademik Mayor Jenderal TNI Dr. Tri Yuniarto.
"Tujuan kegiatan ini untuk mengapresiasi prestasi anak bangsa karena jadi salah satu bentuk pengabdian tertinggi, dan setiap anak bangsa memiliki peran penting dalam membangun Indonesia yang kuat, unggul, dan berdaya saing global," kata Ketua Umum Pima Indonesia, Harnoto Darsono dalam siaran pers tersebut saat berada di dalam kegiatan diskusi.
Rizki Juniansyah dalam diskusi tersebut membagikan perjalanan hidupnya sebagai atlet angkat besi tingkat dunia sekaligus sebagai prajurit TNI.
Dia mengatakan kedua peran itu bisa dia jalankan dengan maksimal dengan bermodalkan disiplin, konsistensi latihan, serta mental pantang menyerah.
Dengan adanya modal tersebut, dirinya bisa memberikan prestasi demi mengharumkan nama bangsa sebagai atlet maupun personel TNI AL.
“Prestasi bukan hanya tentang menang, tetapi tentang proses, pengorbanan, dan tanggung jawab membawa nama Indonesia,” ujar Letda Rizki.
Di saat yang sama, Mayjen TNI Dr. Tri Yuniarto menyoroti pentingnya prestasi individu sebagai bagian dari kekuatan nasional.
Dengan banyaknya atlet Indonesia berhasil mendulang prestasi, dia meyakini nama NKRI akan semakin harum di mata internasional.
Selain itu, kata dia, figur atlet berprestasi yang juga merupakan prajurit TNI bisa menjadi contoh nyata sinergi antara olahraga, disiplin militer, dan nasionalisme.
“Generasi muda harus memiliki karakter tangguh, berintegritas, dan berwawasan kebangsaan agar mampu menghadapi tantangan global yang semakin kompleks,” ujarnya dia.
Dengan adanya kisah inspiratif ini, dia yakin banyak anak muda baik anggota TNI maupun sipil semakin termotivasi untuk berprestasi dan mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional.
Kegiatan diskusi tersebut dihadiri ragam kalangan dari mulai anak muda, pelaku usaha, jajaran Pima Indonesia dan masyarakat secara umum.
Baca juga: PIMA perkuat kerja sama dengan TNI AL bangun program kemaritiman
Baca juga: TNI AL dan Pima bantu nelayan dapat ikan tanpa harus berlayar
Baca juga: Koarmada dan Pima gelar MBG dengan lauk ikan hasil budi daya bioflok
Diskusi yang mengusung tema "Prestasi, Disiplin, dan Pengabdian untuk Indonesia" dan digelar di Jakarta, Jumat, ini dihadiri atlet angkat besi nasional pemegang rekor dunia Letnan Dua TNI Rizki Juniansya dan perwira tinggi TNI dengan latar belakang kepemimpinan strategis dan akademik Mayor Jenderal TNI Dr. Tri Yuniarto.
"Tujuan kegiatan ini untuk mengapresiasi prestasi anak bangsa karena jadi salah satu bentuk pengabdian tertinggi, dan setiap anak bangsa memiliki peran penting dalam membangun Indonesia yang kuat, unggul, dan berdaya saing global," kata Ketua Umum Pima Indonesia, Harnoto Darsono dalam siaran pers tersebut saat berada di dalam kegiatan diskusi.
Rizki Juniansyah dalam diskusi tersebut membagikan perjalanan hidupnya sebagai atlet angkat besi tingkat dunia sekaligus sebagai prajurit TNI.
Dia mengatakan kedua peran itu bisa dia jalankan dengan maksimal dengan bermodalkan disiplin, konsistensi latihan, serta mental pantang menyerah.
Dengan adanya modal tersebut, dirinya bisa memberikan prestasi demi mengharumkan nama bangsa sebagai atlet maupun personel TNI AL.
“Prestasi bukan hanya tentang menang, tetapi tentang proses, pengorbanan, dan tanggung jawab membawa nama Indonesia,” ujar Letda Rizki.
Di saat yang sama, Mayjen TNI Dr. Tri Yuniarto menyoroti pentingnya prestasi individu sebagai bagian dari kekuatan nasional.
Dengan banyaknya atlet Indonesia berhasil mendulang prestasi, dia meyakini nama NKRI akan semakin harum di mata internasional.
Selain itu, kata dia, figur atlet berprestasi yang juga merupakan prajurit TNI bisa menjadi contoh nyata sinergi antara olahraga, disiplin militer, dan nasionalisme.
“Generasi muda harus memiliki karakter tangguh, berintegritas, dan berwawasan kebangsaan agar mampu menghadapi tantangan global yang semakin kompleks,” ujarnya dia.
Dengan adanya kisah inspiratif ini, dia yakin banyak anak muda baik anggota TNI maupun sipil semakin termotivasi untuk berprestasi dan mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional.
Kegiatan diskusi tersebut dihadiri ragam kalangan dari mulai anak muda, pelaku usaha, jajaran Pima Indonesia dan masyarakat secara umum.
Baca juga: PIMA perkuat kerja sama dengan TNI AL bangun program kemaritiman
Baca juga: TNI AL dan Pima bantu nelayan dapat ikan tanpa harus berlayar
Baca juga: Koarmada dan Pima gelar MBG dengan lauk ikan hasil budi daya bioflok





