Jakarta: Masa liburan identik dengan menikmati berbagai makanan mulai dari kue, gorengan, dessert, hingga minuman manis. Banyak orang kemudian bertanya-tanya: apakah setelah liburan tubuh perlu detoks khusus?
Menurut penjelasan, tubuh manusia sebenarnya sudah memiliki sistem detoks alaminya sendiri. Organ seperti hati, ginjal, usus, paru-paru, dan kulit bekerja tanpa henti untuk mengolah dan membuang zat yang tidak diperlukan tubuh. Karena itu, setelah makan berlebihan, yang dibutuhkan bukan detoks ekstrem, melainkan membantu tubuh kembali pada keseimbangan.
Baca Juga :
Fenomena January Blues: Gejala Melankolis Pasca-Liburan dan Cara Mengatasinya-Tips KesehatanBeberapa tanda berikut menunjukkan tubuh membutuhkan pemulihan ringan setelah pola makan kurang teratur selama liburan:
- Perut terasa kembung terus-menerus
- Mudah lelah
- BAB tidak lancar
- Tidur tidak nyenyak
- Kulit tampak kusam atau timbul jerawat
- Meningkatnya rasa mudah lapar dan haus
Tanda-tanda tersebut bukan berarti tubuh penuh racun, tetapi sistem tubuh membutuhkan bantuan untuk bekerja lebih optimal.
Cara Detoks Alami yang TepatPara ahli menyarankan detoks alami tanpa metode ekstrem. Beberapa langkah sederhana yang efektif antara lain:
- Meningkatkan konsumsi air putih
- Memperbanyak asupan sayur dan buah
- Mengurangi gula dan gorengan
- Menghindari minuman manis selama beberapa hari
- Tidur cukup
- Melakukan aktivitas ringan seperti berjalan kaki 20–30 menit
Pendekatan ini tidak hanya membantu pemulihan sistem pencernaan, tetapi juga mengurangi beban organ detoks tubuh.
Baca Juga :
Sobat MTVN Lens, setelah liburan dengan pola makan berlebih, tubuh tidak membutuhkan detoks mahal atau metode ekstrem. Kuncinya adalah kembali ke pola hidup seimbang dan memberi ruang bagi tubuh untuk menjalankan proses detoks alaminya.
Pertanyaannya, Sobat MTVN Lens tim makan kalem saat liburan atau justru menikmati semua hidangan sampai puas?
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Calista Vanis)




