PKB Dukung Menkeu Purbaya Terapkan Bea Keluar Ekspor Batu Bara

republika.co.id
14 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Fraksi PKB DPR RI mendukung penuh langkah Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang berencana menerapkan kebijakan bea keluar (BK) untuk ekspor batu bara. Langkah itu sebagai terobosan berani untuk mengakhiri anomali penerimaan negara yang justru merugi akibat skema restitusi pajak di sektor pertambangan.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1754473276648-0'); });

Ketua Fraksi PKB DPR RI, Jazilul Fawaid menyebut, kebijakan itu adalah wujud nyata dari kedaulatan ekonomi yang berpihak pada rakyat sebagai amanat UUD 1945 Pasal 33. Menurut dia, sudah saatnya negara mendapatkan kompensasi yang adil dari pengerukan kekayaan alam yang dilakukan secara masif oleh korporasi.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Baca Juga
  • Menkeu Ungkap Banyak Sentimen Positif Topang IHSG 2026
  • Awal 2026, IHSG Dibuka Menguat Sambut Optimisme Pasar
  • Purbaya Kasihan TNI AD Hanya Dapat Makan Bangun Jembatan, Siap Cairkan Anggaran

"Kami di Fraksi PKB mengapresiasi keberanian Menkeu Purbaya. Sangat tidak masuk akal jika negara justru 'tekor' karena memberikan subsidi lewat restitusi pajak kepada perusahaan-perusahaan batu bara yang sudah sangat mapan dan kaya," ujar Jazilul di Jakarta, Jumat (2/1/2026).

Dia berharap, kebijakan baru itu bisa menambah pendapatan negara. "Kebijakan bea Keluar ini adalah langkah korektif untuk memastikan kekayaan alam kita benar-benar memberikan manfaat bagi publik, bukan hanya segelintir pengusaha," kata Gus Jazil, sapaan akrabnya.

'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}

Dia pun menyoroti, selama ini industri batu bara menjadi primadona ekonomi, namun seringkali meninggalkan jejak kerusakan lingkungan yang biaya pemulihannya dibebankan kepada negara dan masyarakat. Dengan tarif bea keluar, kata Gus Jazil, pemerintah dapat mengumpulkan dana cadangan untuk membangun dan memperbaiki lingkungan.

"Situasi selama ini sangat timpang. Ekosistem industri batu bara hanya menguntungkan kelompok pengusaha, sementara dampak lingkungan dan sosialnya dirasakan langsung oleh rakyat kecil di sekitar tambang. Dengan adanya Bea Keluar ini, kita mengubah ekosistem industri agar lebih adil dan berorientasi pada kepentingan publik," katanya.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1676653185198-0'); });

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dua Petugas RS Elim Rantepao Kena Bogem Mentah OTK saat Bertugas
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Putusan Sidang Cerai Atalia-Ridwan Kamil Dibacakan Pekan Depan
• 12 jam laludetik.com
thumb
Gubernur Sulsel Beri Santunan dan Beasiswa Anak Korban Kapal Tenggelam di Laut Pangkep
• 9 jam lalufajar.co.id
thumb
Realisasi KUR di NTT Capai Rp2,75 Triliun, Debitur Tembus Lebih dari Dua Kali Lipat Target
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Langkah Mundur Demokrasi? Pemilihan Kepala Daerah Melalui DPRD
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.