Pantau - Pengamat hukum dan politik, Boni Hargens, menyampaikan optimisme bahwa Polri akan mengalami transformasi budaya yang signifikan pada tahun 2026, yang mendukung agenda pembangunan nasional dan memperkuat peran institusi dalam menjaga demokrasi dan supremasi hukum.
Reformasi Budaya dan Sistem Polri Dinilai Makin TerukurTransformasi budaya Polri dinilai akan mendorong peningkatan kapasitas internal serta memperkuat komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas.
Fokus perubahan mencakup perbaikan pola pikir, budaya kerja, nilai organisasi, hingga pelayanan publik yang lebih responsif dan berkualitas tinggi.
Reformasi yang dilakukan secara sistematis dan terukur menjadikan Polri lebih modern, transparan, dan akuntabel.
“Transformasi ini menjadi bagian penting dalam memperkuat peran Polri sebagai penjaga demokrasi dan supremasi hukum,” ungkap Boni Hargens.
Peningkatan Kinerja dan Kepercayaan Publik di Bawah Kepemimpinan Jenderal SigitSelama tahun 2025, di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Polri dinilai sukses menjaga keamanan nasional di era pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran.
Polri juga berhasil menurunkan angka kriminalitas, meningkatkan efektivitas penanganan kasus melalui teknologi, serta memberikan pelayanan yang humanis.
Tingkat kepercayaan publik terhadap institusi Polri meningkat seiring reformasi dan transparansi yang berjalan.
Mitra Strategis Pemerintah dan Harapan Keberlanjutan ReformasiPolri juga memainkan peran penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam penegakan hukum dan penanganan bencana, seperti di wilayah Sumatera, dengan fokus pada penyelamatan warga dan distribusi bantuan logistik.
Boni menegaskan pentingnya kepemimpinan yang konsisten dalam menjaga nilai-nilai demokrasi, serta berharap agar reformasi ini terus berlanjut dan menjadi bagian dari DNA organisasi Polri.


