Liputan6.com, Jakarta - Nama Zainal Arifin Mochtar kembali menjadi perhatian publik. Dosen Hukum Tata Negara Universitas Gadjah Mada (UGM) ini mengaku telah menerima teror berupa telepon dari nomor tak dikenal dalam beberapa hari terakhir.
Pola teror tersebut terjadi berulang, dengan model panggilan serupa yang sudah diterimanya setidaknya dua kali. Terakhir, panggilan misterius itu diterimanya pada Jumat, 2 Januari 2026.
Advertisement
Melalui akun Instagram pribadinya @zainalarifinmochtar dengan total 198 ribu pengikut, ia turut mengunggah nomor telepon yang diduga sebagai peneror, yakni +6283817941429. Unggahan tersebut sontak menuai kecaman, terutama kalangan akademisi, pegiat antikorupsi, dan masyarakat sipil.
Pria yang akrab disapa Uceng ini diketahui vokal dalam isu hukum tata negara dan pemberantasan korupsi. Selama bertahun-tahun, Zainal dikenal konsisten menyuarakan kritik terhadap praktik penyimpangan kekuasaan, pelemahan lembaga hukum, hingga kebijakan yang dinilai mencederai prinsip konstitusionalisme.
Pada 2024, namanya juga semakin dikenal luas masyarakat lewat keterlibatannya dalam film dokumenter bertajuk "Dirty Vote". Dia hadir dalam film tersebut bersama dua pakar hukum tata negara lainnya, yakni Bivitri Susanti dan Feri Amsari.




