FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Sutradara film Sayap-sayap Patah, Denny Siregar, kembali bicara mengenai pendukung Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka menyusul dirilisnya single terbaru Slank berjudul Republik Fufufafa.
Dikatakan Denny, reaksi para pendukung Gibran justru terlihat kontradiktif dan berlebihan, bahkan ia menyebutnya seperti “cacing kepanasan”.
“Yang lucu itu pembela Gibran waktu Slank keluarin lagu Republik Fufufafa,” ujar Denny di X @Dennysiregar7 (3/1/2026).
Ia kemudian menyinggung sikap para pendukung Gibran yang di satu sisi menolak mengaitkan istilah Fufufafa dengan Gibran, namun di sisi lain justru paling ribut merespons lagu tersebut.
“Mereka gak ngakuin kalau Fufufafa itu Gibran, tapi mereka juga yang ribut ketika ada lagu Fufufafa,” sebutnya.
Lanjut Denny, sikap tersebut menunjukkan kebingungan sekaligus inkonsistensi dalam membela sosok yang mereka dukung.
“Mereka maunya apa sih? Gak ngakuin tapi ngakuin,” imbuhnya.
Ia bahkan menyamakan sikap itu dengan kondisi yang serba tanggung dan tidak tegas.
“Sudah tetapi belum,” tandasnya.
Sebelumnya, Chusnul Chotimah, juga menyinggung reaksi sebagian pendukung Presiden ke-7, Jokowi yang disebut kelompok Termul, menyusul peluncuran lagu terbaru Slank berjudul Republik Fufufafa.
Dikatakan Chusnul, kemarahan dan kegerahan sejumlah pihak terhadap Slank justru terasa janggal jika melihat sejarah panjang hubungan band legendaris itu dengan Jokowi.
Ia mengingatkan bahwa Slank merupakan salah satu kelompok musik yang secara terbuka mendukung Jokowi sejak awal karier politiknya.
Mulai dari pencalonan sebagai Gubernur DKI Jakarta hingga menjabat Presiden RI selama dua periode.
“Slank yang bela Jokowi jadi gubernur DKI hingga presiden dua periode,” ujar Chusnul di X @ch_chotimah2 (2/1/2026).
Bukan hanya itu, Chusnul juga menyinggung peran Slank bersama PDIP dalam kontestasi politik nasional.
Ia menyebut Slank berada di barisan yang sama dengan PDIP dalam perjuangan politik, termasuk saat menghadapi Prabowo Subianto pada pemilu sebelumnya.
“Bersama PDIP berjuang mengalahkan Prabowo,” lanjutnya.
Namun, situasi politik berubah pada Pemilu 2024. Menurut Chusnul, Jokowi justru mengambil sikap berbeda dengan meninggalkan PDIP dan Slank, lalu memberikan dukungan kepada Prabowo.
“Tapi di 2024 Jokowi malah meninggalkan PDIP dan Slank demi Prabowo,” terangnya.
Karena itu, Chusnul mempertanyakan logika pihak-pihak yang kini menyerang Slank hanya karena band tersebut merilis lagu Republik Fufufafa.
Ia menegaskan bahwa tudingan bahwa Slank disebut “air susu dibalas air tuba” justru terbalik.
“Dan sekarang cuma karena Slank bikin lagu fufufafa, Slank dianggap sama termul air susu dibalas air tuba, apa ga kebalik ya?,” tandasnya.
(Muhsin/fajar)




