Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Mengawali kalender kerja tahun 2026, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara melakukan rangkaian kunjungan kerja ke sejumlah unit eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan. Langkah ini diambil sebagai upaya memperkuat koordinasi internal guna memastikan pengelolaan keuangan negara berjalan solid dan akuntabel sejak awal tahun anggaran.
Kunjungan pertama diawali di Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) untuk melakukan evaluasi serta koordinasi terkait pengelolaan anggaran agar tetap terjaga secara optimal. Selanjutnya, Wamenkeu menyambangi Badan Teknologi, Informasi, dan Intelijen Keuangan (BaTII) guna mendiskusikan langkah strategis mengenai Grand Design Transformasi Kementerian Keuangan dalam menghadapi tantangan digitalisasi ekonomi.
Agenda berlanjut ke Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK). Dalam pertemuan tersebut, Suahasil membahas mengenai outlook realisasi APBD 2025 serta melakukan evaluasi mendalam terhadap Transfer ke Daerah (TKD) tahun lalu. Pembahasan juga diarahkan pada penyesuaian skema TKD tahun 2026 agar lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan pembangunan di daerah.
Di Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), pembahasan difokuskan pada tindak lanjut implementasi Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025. Hal ini mencakup penyusunan regulasi turunan berupa peraturan pemerintah terkait penugasan khusus serta tata cara penyertaan dan penatausahaan modal negara.
Rangkaian kunjungan kerja ini ditutup di Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB). Wamenkeu mengikuti diskusi bersama jajaran pegawai untuk menyelaraskan penyusunan dan pelaksanaan anggaran dengan program-program prioritas Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Dalam kesempatan tersebut, Suahasil menekankan agar upaya efisiensi yang telah diterapkan sepanjang tahun 2025 dapat terus dipertahankan secara konsisten pada tahun 2026. Sinergi lintas unit ini diharapkan mampu menjaga stabilitas fiskal dan mendorong efektivitas belanja negara demi kesejahteraan masyarakat luas.
"Ditengaah berbagai tantangan, Kemenkeu tetap dapat menyelesaikan tugas dan kewajiban tahun 2025 dengan baik," ucap Wamenkeu Suahasil dalam keterangannya dikutip pada Sabtu, 3 Januari 2025.
Editor: Redaktur TVRINews




