Grid.ID - Viral aksi seorang anak perempuan nekat hadang kereta di Sidoarjo. Pihak KAI (Kereta Api Indonesia) langsung turun tangan hingga temui orangtua bocah tersebut.
Baru-baru ini media sosial dihebohkan dengan sebuah video yang memperlihatkan seorang anak perempuan nekat menghadang kereta Commuter Line. Saat itu kereta sudah melintas di Desa Durungbedug, Kecamatan Candi, Sidoarjo, Jawa Timur.
Setelah video viral, KAI Daop 8 Surabaya langsung turun tangan. Pihaknya bahkan bertemu dengan orangtua dari anak perempuan yang bersangkutan.
Kesaksian Warga
Seorang warga Desa Durungbedug, Ikhwan menyebut aksi berbahaya itu terjadi pada Jumat (26/12/2025) lalu. Ia mengatakan bahwa ada dua anak yang diduga hendak pulang dari mengaji melewati perlintasan kereta api jurusan Sidoarjo menuju Mojokerto.
Peristiwa itu berlangsung sekitar pukul 17.30. Mereka menyeberang rel saat kereta hendak melintas.
"Kejadiannya sekitar jam setengah enam sore. Kedua anak ini kayaknya pulang dari tempat ngaji, mereka berdua itu nyebrang rel pas waktu ada commuter Jenggala lewat," jelas Ikhwan, dikutip dari Kompas.com.
Dalam video yang beredar di media sosial, salah satu anak perempuan yang membawa tas dan diperkirakan berusia 12 tahun itu justru kembali ke jalur perlintasan sambil melambaikan tangan. Sementara jarak laju kereta sudah semakin dekat.
"Sianak perempuan yang satunya ini balik lagi ke rel sambil melambai-lambaikan tangannya pas di tengah jalur kereta. Padahal komuter itu sudah dekat sama anak itu, ya sekitar kurang dari 20 meter dari kereta," imbuh Ikhwan.
Ia juga mengatakan bahwa warga setempat yang mengetahui aksi berbahaya itu sempat meneriaki kedua anak agar menjauh. Kini usai videonya viral, pihak KAI langsung temui orangtua mereka.
"Warga kemarin itu meneriaki kedua anak itu biar segera menjauh dari perlintasan. Untungnya kereta ini tidak terlalu laju seperti biasanya, terus masinisnya membunyikan klakson panjang," jelasnya.
Setelah video aksi seorang anak perempuan nekat hadang kereta di Sidoarjo viral, pihak KAI (Kereta Api Indonesia) langsung turun tangan hingga temui orangtua bocah tersebut. Pendekatan serta edukasi pun diberikan.
"Kami sudah mendatangi orang tua kedua anak itu. Kami lakukan pendekatan secara humanis dan juga edukasi kepada orang tua sekaligus kepada kedua anak itu," ujar Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, dikutip dari Tribunnews.
"Kami juga sudah melakukan sosialisasi kepada warga sekitar agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Kejadian itu tidak hanya membahayakan warga, namun juga akan berimbas kepada perjalanan kereta," tambahnya. (*)
Artikel Asli

