Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan pada Sabtu dini hari (3/1) bahwa AS telah meluncurkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela. Bahkan, Trump menyebut pasukan AS telah menangkap Presiden Nicolas Maduro dan istrinya.
"AS telah berhasil melaksanakan serangan berskala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Maduro, yang bersama istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara itu," tulis Trump melalui media sosial Truth Social, dikutip dari CNN, Sabtu (3/1).
Trump menyatakan bahwa operasi tersebut dilakukan bersama aparat penegak hukum AS.
"Operasi ini dilakukan bekerja sama dengan penegak hukum AS. Rincian lainnya akan menyusul. Akan ada konferensi pers hari ini pukul 11.00 waktu AS di Mar-a-Lago, Florida" lanjut Trump.
Dalam keterangan terpisah, seorang pejabat AS sebagaimana dikutip dari Reuters mengungkap Maduro ditangkap pasukan khusus elite AS, Delta Force.
Pemerintahan Trump mengeklaim sedang berperang melawan narkoba yang dibawa dari Venezuela. Serangan terhadap kapal-kapal yang diduga membawa narkoba dari Venezuela ke AS telah menewaskan ratusan orang.
AS menuduh Maduro menjalankan negara narkoba dan memanipulasi pemilu. Namun, Maduro yang memimpin menggantikan Hugo Chavez pada 2013 lalu mengatakan AS ingin menguasai cadangan minyak Venezuela, yang merupakan cadangan terbesar di dunia.





