Pasuruan (beritajatim.com) – Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, menekankan pentingnya peran Desa Sadar Kerukunan sebagai pilar utama dalam menjaga stabilitas sosial di wilayahnya. Program ini diharapkan tidak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam interaksi sehari-hari masyarakat desa.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam momentum peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama yang berlangsung di Kabupaten Pasuruan. Mas Rusdi menilai bahwa keharmonisan di tingkat desa adalah kunci utama untuk mewujudkan kemajuan pembangunan daerah secara menyeluruh.
Bupati yang akrab disapa Mas Rusdi ini mengapresiasi langkah Kemenag yang membawa isu kerukunan langsung ke tengah permukiman warga. “Saya ingin memastikan praktik toleransi di Desa Sadar Kerukunan benar-benar berjalan nyata, bukan sekadar teori di seminar,” tegas Mas Rusdi.
Menurutnya, perbedaan keyakinan dan latar belakang di tingkat akar rumput harus dikelola menjadi energi kolaboratif yang produktif. Sinergi ini dianggap krusial untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks, termasuk dampak negatif dari perkembangan teknologi.
Pemerintah Kabupaten Pasuruan juga berkomitmen mendukung pemberdayaan ekonomi umat melalui penguatan lembaga keagamaan di tiap desa. Mas Rusdi berharap ekonomi kerakyatan dapat tumbuh berdampingan dengan nilai-nilai religius yang kuat di tengah masyarakat.
Terkait tantangan kecerdasan buatan atau AI, bupati mengingatkan agar warga desa tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang memecah belah. Penggunaan teknologi di lingkungan pedesaan harus dikawal agar tetap mengedepankan etika dan nilai-nilai kemanusiaan yang luhur.
Mas Rusdi meminta setiap aparatur desa dan tokoh agama untuk menjadi teladan dalam menunjukkan sikap yang lincah dan adaptif. Kehadiran pemimpin yang responsif di desa akan mempercepat solusi atas setiap persoalan sosial yang muncul di masyarakat.
“Kita semua harus bersinergi agar Kabupaten Pasuruan menjadi daerah yang aman, damai, dan semakin maju di masa depan,” tambah Mas Rusdi. Semangat kebersamaan ini diharapkan mampu memperkokoh kedaulatan bangsa dalam bingkai keberagaman yang indah.
Program Desa Sadar Kerukunan ini juga selaras dengan visi Kemenag Berdampak yang memberikan manfaat langsung bagi publik. Melalui integrasi program pemerintah daerah dan pusat, layanan keagamaan di pelosok Pasuruan kini menjadi lebih transparan dan mudah diakses.
Menutup arahannya, Mas Rusdi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat warisan luhur tradisi kerukunan di Pasuruan. Dengan sinergi yang kokoh antara umat dan pemerintah, cita-cita Indonesia Maju diharapkan dapat bermula dari harmoni di tingkat desa. (ada/kun)


