Yahman (73) tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Penarik becak lansia asal Grobogan ini terpilih sebagai salah satu penerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN).
Harapannya sederhana. Dengan tunggangan baru itu, ia ingin rezekinya menjadi lebih baik.
“Wah sangat seneng. Harapannya bisa lebih mudah mencari nafkah untuk keluarga” kata Yahman sambil duduk di atas becak barunya usai pembagian bantuan di Pendopo Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, belum lama ini.
Dibandingkan becak ontel yang selama ini ia kayuh, ayah tujuh anak ini mengaku jauh lebih nyaman menggunakan becak listrik. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo yang dinilainya peduli kepada masyarakat kecil, sekaligus mendoakan kebaikan bagi sang presiden.
“Ya nyamanan becak ini lah, becak bantuan Bapak Prabowo. Enteng. Semoga Bapak Prabowo panjang umur, sehat, banyak rezekinya,” kata Yahman.
Kebahagiaan serupa juga dirasakan penarik becak lainnya, Sulaksono (73). Pria sepuh yang masih tampak bugar itu mengaku sudah menarik becak sejak 1969. “Tasih (masih), becak terus kulo,” ujarnya singkat.
Namun, seiring bertambahnya usia, tenaga Sulaksono kian terbatas. Becak ontel yang tak bermesin sering kali membuatnya kewalahan, terutama saat menghadapi tanjakan. “Susahnya ya enggak ada mesinnya, ngontel terus, kulo suwe-suwe (lama-lama) capek. Berat, jalan najak kulo boten kuat. Kulo tuntun,” lanjutnya.
Penghasilan dari menarik becak pun tidak menentu. Kadang ia hanya membawa pulang Rp30 ribu, terkadang Rp10 ribu, bahkan pernah berhari-hari tanpa satu pun penumpang. “Sampai 10 hari enggak ada penumpang ya pernah. Makan ya pulang, wong ndak punya uang,” katanya lirih, namun tetap tegar.
Untuk menambal kebutuhan keluarga di saat becak sepi penumpang, Sulaksono mengaku kerap bekerja serabutan. Mulai dari membersihkan rumput halaman rumah pelanggan hingga pekerjaan lain yang masih mampu ia kerjakan.
Meski penghasilannya pas-pasan, bagi Sulaksono, becak sudah menjadi bagian dari hidupnya. Ia menegaskan tak ingin berpisah dari becak yang selama puluhan tahun menjadi sumber penghidupan.
“Pokoknya saya jangan sampai ucul (lepas) dari becak. Terus untuk cari makan,” tegasnya.
Kini, setelah menerima becak listrik dari Prabowo, semangat hidup Sulaksono kembali membara. Ia berharap, becak barunya dapat membantunya membawa pulang penghasilan yang lebih baik untuk keluarganya.
“Alhamdulillah kulo diparingi. Matur nuwun sanget. Kalau becak listrik kan ringan, enggak dorong, ora mancal, ada mesinnya. Enteng, Mas, jauh lebih ringan,” ucapnya.
“Terima kasih kepada Pak Prabowo sebesar-besarnya. Semoga Pak Prabowo bisa menjadi presiden lagi,” tutup Sulaksono.
Ucapan Terima Kasih ke PrabowoApresiasi dan ucapan terima kasih mengalir dari ratusan penarik becak lanjut usia di Pulau Jawa atas bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN).
Salah satunya disampaikan Sukri (77), penarik becak lansia asal Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Dengan wajah sumringah, ia menyampaikan rasa syukurnya usai menerima becak listrik di halaman Rumah Dinas Bupati Blora, beberapa waktu lalu.
“Terima kasih Bapak Prabowo telah memperhatikan kita sebagai tukang becak ontel. Sekarang udah dikasih becak listrik yang lebih bagus. Mudah-mudahan becak ini bisa bermanfaat dan bisa mencukupi apa kebutuhan saya sehari-hari,” ujar Sukri.
Hingga kini, Yayasan GSN telah membagikan lebih dari 5.000 unit becak listrik kepada penarik becak lanjut usia yang masih aktif mencari nafkah. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Prabowo terhadap masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya para lansia yang masih bekerja di sektor informal. Program ini diharapkan mampu meringankan beban kerja sekaligus meningkatkan produktivitas para penerima manfaat.
Di Kabupaten Blora sendiri, sebanyak 100 unit becak listrik dibagikan kepada penarik becak yang telah didata oleh Dinas Sosial setempat. Sukri menjadi salah satu penerima yang merasakan langsung manfaat bantuan tersebut.
Selama ini, menarik becak ontel kerap menguras tenaganya, terutama saat harus melewati jalan menanjak. “Kalau jalannya lurus masih lumayan. Tapi kalau naik, harus dorong. Kalau dipaksa ya gimana, sudah tua,” katanya.
“Becak ontel, kalau jalanya lurus ya lumayan. Kalau naik yang harus dorong. Kalo dipaksa nanti gimana udah tua,” ujar Sukri yang mengaku pendapatannya dari menarik becak kayuh maksimal Rp40 ribu setiap hari. “Bahkan sampe enggak dapat sama sekali ya pernah,” sambungnya.
Karenanya dia mengaku senang sekali mendapatkan bantuin ini. Ia berharap dengan becak listrik ia lebih lama narik dan hasil yang didapat juga bisa lebih banyak. Becak elektrik ini juga lebih bersahabat bagi tubuhnya yang mulai lemah.
“Alhamdulillah (senang). Matur nuwun sama Pak Prabowo. Mudah-mudahan becak ini bisa mencukupi, bisa bermanfaat bagi keluarga saya,” ungkap Sukri yang mengaku istrinya sudah tiga tahun terbaring sakit setelah jatuh di kamar mandi.
“Udah 11 kali terapi, 11 tempat itu. Dulu waktu itu sempet mau dioperasi tapi punya kendala darah tinggi. Jadi gak bisa,” ujarnya. Dengan becak barunya Sukri juga berharap bisa mengumpulkan uang untuk biaya berobat sang istri.
Ucapan terima kasih serupa disampaikan penarik becak lansia lainnya, Slamet Riyadi (77). “Terima kasih Pak Prabowo sudah dikasih bantuan becak listrik. Semoga Bapak panjang umur dan sehat selalu,” ujar Slamet.
Pria yang telah 45 tahun menggantungkan hidup dari menarik becak itu berharap dengan becak listrik barunya, ia bisa bekerja lebih lama dan mendapatkan lebih banyak penumpang. Pasalnya, selama menggunakan becak ontel, penumpang kini semakin jarang, bahkan di tempat-tempat ramai sekalipun.




:quality(80):format(jpeg)/posts/2026-01/05/featured-44c308341dfe7eef2929bc9505133c04_1767584947-b.jpg)
