Penangkapan Maduro oleh AS Berisiko Kerek Harga Minyak Dunia

bisnis.com
1 hari lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat berpotensi memicu gejolak baru di pasar minyak global, menyusul kekhawatiran pasokan dari salah satu negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia.

Dilansir dari Bloomberg pada Rabu (31/12/2025), harga acuan West Texas Intermediate berada di bawah US$58 per barel, turun dalam lima bulan berturut-turut atau terkoreksi hampir 20% tahun ini. 

Sementara, harga minyak Brent untuk kontrak Maret ditutup melemah 0,3% ke US$61,33 per barel. Perhatian pasar dalam jangka menengah terfokuskan ke pertemuan OPEC+ yang akan datang, rilis data industri AS, dan tensi konflik geopolitik.

Harga minyak mentah telah merosot tahun ini karena pasokan meningkat dari OPEC+ dan para pesaingnya, sedangkan pertumbuhan permintaan dunia melambat. 

googletag.cmd.push(function() { googletag.display("div-gpt-ad-parallax"); });

Para pengamat terkemuka, termasuk Badan Energi Internasional, memperkirakan kelebihan pasokan yang besar tahun depan, dan bahkan sekretariat OPEC, yang biasanya lebih optimistis daripada yang lain, memproyeksikan surplus yang moderat.

Anggota OPEC+ dijadwalkan bertemu melalui konferensi video pada 4 Januari 2026 dan diperkirakan tetap berpegang pada rencana untuk menghentikan peningkatan pasokan lebih lanjut di tengah bukti yang semakin kuat tentang surplus, menurut tiga delegasi.

Baca Juga

  • Maduro Ditangkap, Rusia Desak Klarifikasi AS
  • Maduro Ditangkap, Senator AS Sebut Presiden Venezuela akan Diadili di AS
  • Trump Sebut AS Tangkap Maduro usai Kirim Serangan ke Venezuela

Sebelum itu, American Petroleum Institute (API) yang didukung industri melaporkan persediaan minyak mentah meningkat 1,7 juta barel minggu lalu. Itu akan menjadi peningkatan terbesar sejak pertengahan November 2025, jika dikonfirmasi oleh data resmi pada Rabu malam. API juga melihat peningkatan persediaan bensin dan distilat.

Maduro Ditangkap AS, Harga Minyak Naik?

Penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat diprediksi akan memengaruhi pasar minyak global.

Pejabat AS juga mengakui adanya ledakan keras di ibu kota Venezuela pada Sabtu dini hari (3/1/2026), yang terdengar mirip deru pesawat, meski lokasi dan target spesifik serangan tidak diungkapkan.

Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump menyatakan serangan ini berpotensi menjadi operasi darat pertama yang dilakukan AS di wilayah Venezuela, meningkatkan ketidakpastian bagi suplai minyak global.

“Jika benar, operasi ini bisa memengaruhi distribusi minyak dari Venezuela yang memiliki cadangan terbesar di dunia,” kata seorang analis pasar energi yang dikutip oleh Bloomberg.

Meski kontribusi Venezuela terhadap pasokan global relatif terbatas, gangguan distribusi akibat ketegangan politik dapat mendorong harga minyak naik sementara investor menyesuaikan ekspektasi terhadap pasokan.

Kondisi ini diperparah oleh surplus dari OPEC+ dan pesaing lainnya, serta laporan American Petroleum Institute yang menunjukkan peningkatan persediaan minyak mentah hingga 1,7 juta barel minggu lalu.

Selain itu, ketegangan di Timur Tengah juga ikut menambah risiko geopolitik. Uni Emirat Arab mengumumkan penarikan pasukan dari Yaman setelah meningkatnya ketegangan dengan Arab Saudi, kedua negara anggota penting OPEC.

“Kondisi geopolitik yang meningkat menimbulkan risiko premium, yang biasanya mendorong harga minyak naik sementara,” ujar seorang ekonom energi yang dikutip Reuters.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Rahasia Awet Muda Anne Hathaway di Usia 40-an
• 2 jam lalubeautynesia.id
thumb
Operasi AS di Venezuela, Indonesia Tekankan Perlindungan Warga Sipil
• 12 jam lalutvrinews.com
thumb
Simak Tata Cara Registrasi Akun SNPMB 2026 untuk Sekolah, Dibuka Hari ini
• 1 jam laludisway.id
thumb
Transaksi Harbolnas 2025 Tembus Rp 36,4 Triliun, Fitur Live Paling Diminati
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Terpopuler: Kabar Terkini Korban Penipuan WO hingga Konflik Keluarga Beckham
• 4 jam laluinsertlive.com
Berhasil disimpan.