Geopolitik Memanas: Emas Dunia Berpotensi ke USD4.426, Logam Mulia Bisa Tembus Rp2,6 Juta

idxchannel.com
23 jam lalu
Cover Berita

Pergerakan harga emas dunia dan logam mulia akan mengalami fluktuasi tajam dengan kecenderungan menguat signifikan

Geopolitik Memanas: Emas Dunia Berpotensi ke USD4.426, Logam Mulia Bisa Tembus Rp2,6 Juta

IDXChannel - Pengamat pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi memproyeksikan pergerakan harga emas dunia dan logam mulia akan mengalami fluktuasi tajam dengan kecenderungan menguat signifikan pada pekan pertama Januari 2026.

Berdasarkan analisisnya, ketegangan geopolitik global yang eskalatif dan dinamika politik di Amerika Serikat menjadi motor utama yang akan memicu lonjakan harga pada pembukaan perdagangan Senin besok (5/1/2026).

Baca Juga:
Harga Emas Dunia Tembus ke Atas USD4.500, Simak Proyeksinya

"Ada kemungkinan besar di minggu depan sampai hari Sabtu, Sabtu pagi kemungkinan kalau harga emas dunia naik, harga logam mulia itu di Rp2.610.000," kata Ibrahim, Minggu (4/1/2026).

Ibrahim menjelaskan bahwa harga emas dunia ditutup pada level USD4.332 per troy ounce pada Sabtu pagi, dengan harga logam mulia domestik berada di angka Rp2.488.000 per gram. Ia memaparkan dua skenario utama untuk sepekan ke depan. 

Baca Juga:
Pasar Logam Mulia Jatuh, Harga Emas Dunia Merosot Lebih dari 4 Persen

Jika harga emas dunia mengalami koreksi ke level USD4.258 pada hari Senin, maka harga logam mulia diperkirakan turun ke Rp2.458.000. 

Baca Juga:
Deretan Proyeksi Harga Emas Dunia 2026, dari UBS hingga Morgan Stanley

Namun, skenario kenaikan jauh lebih kuat terlihat di mana emas dunia diprediksi mampu meloncat ke USD4.426 pada Senin pagi, yang akan mendorong harga logam mulia ke level Rp2.518.000.

Faktor utama yang menggerakkan pasar adalah rentetan peristiwa geopolitik luar biasa di awal tahun. Ibrahim menyoroti serangan drone ke kediaman resmi Putin yang memicu balasan masif Rusia ke Ukraina, serta ketegangan di Iran akibat intervensi Amerika Serikat terhadap demonstrasi besar-besaran di sana. 

Namun, peristiwa yang paling mengejutkan adalah aksi militer Amerika Serikat di bawah perintah Donald Trump yang melakukan penyerangan ke Venezuela serta menangkap Presiden Maduro dan istrinya untuk dibawa ke Amerika Serikat.

"Geopolitik memang benar-benar membuat harga emas kemungkinan besar akan kembali melakukan kenaikan yang cukup signifikan," kata Ibrahim.

Langkah sepihak Trump tanpa persetujuan Kongres ini diprediksi akan menimbulkan mosi tidak percaya dan memanaskan situasi internal di Amerika Serikat. 

Di sisi lain, kebijakan Bank Sentral Amerika yang kembali mengucurkan stimulus sebesar USD40 miliar per bulan untuk buyback obligasi turut memberikan tenaga bagi emas untuk terus menguat.

Selain faktor ketegangan, Ibrahim juga melihat adanya sisi positif dari ekonomi China yang mulai pulih pasca krisis properti, yang didukung oleh data infrastruktur akhir 2025 yang solid. 

Meski ekonomi China yang membaik memberikan sentimen positif bagi Asia, Ibrahim memperingatkan bahwa sentimen "perang" tetap mendominasi pasar. 

Ketegangan internasional pasca penangkapan Maduro oleh tentara Amerika dipastikan memicu kecaman luas dari Rusia hingga negara-negara Eropa, sehingga aset aman (safe haven) seperti emas akan menjadi buruan utama investor.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pertamina Geothermal (PGEO) Raih Gold Medal di Seoul International Invention Fair 2025
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Polisi Periksa 10 Saksi Kasus Tiga Orang Sekeluarga Tewas di Warakas, Jakut
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Prediksi Bhayangkara FC Vs Dewa United di BRI Super League: Penuh Alarm Bahaya
• 5 jam lalubola.com
thumb
Hidup Sehat dengan Minum Jamu dan Sarapan Kukusan Penuh Serat
• 17 jam laluinsertlive.com
thumb
Huntara Jadi Indikator Pemulihan Pascabencana Sumatera, Bagaimana Situasinya?
• 19 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.