Jalan RE Martadinata Disebut Sering Terendam Rob Sejak Pembangunan JIS

kompas.com
3 bulan lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Jalan RE Martadinata, Tanjung Priok, Jakarta Utara, disebut semakin sering terendam banjir rob sejak pembangunan Jakarta International Stadium (JIS). Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan berkurangnya area resapan air di sekitar lokasi.

Salah satu penjaga pintu perlintasan kereta api di depan JIS, Untung (36), mengatakan banjir rob mulai rutin terjadi sejak proyek pembangunan stadion tersebut dimulai pada 2018.

"Dari 2018, semenjak ada pembangunan JIS aja," ujar Untung saat diwawancarai Kompas.com di lokasi, Minggu (4/1/2026).

Baca juga: Sopir Truk Keluhkan Jalan RE Martadinata yang Kerap Terendam Rob

Untung menjelaskan, sebelum kawasan itu dibangun, area di sekitar rel kereta api hingga menuju Pengadilan Negeri Jakarta Utara masih berupa kali dan rawa-rawa.

Kondisi tersebut memungkinkan air laut yang meluap dari Kali Ancol saat pasang langsung mengalir dan terserap, sehingga tidak menggenangi jalan raya.

Namun, sejak JIS berdiri, daya serap air di sekitar Jalan RE Martadinata semakin berkurang. Akibatnya, air rob yang meluap dari Kali Ancol tidak lagi memiliki jalur pembuangan alami dan akhirnya menggenangi badan jalan.

"Belum ada sodetan kecil, pembuangan air ke sini sudah enggak ada," sambung Untung.

Ia menyebutkan, hampir setiap kali air laut pasang, banjir rob pasti meluap ke Jalan RE Martadinata, seperti yang kembali terjadi pada hari ini.

Berdasarkan pengamatan Kompas.com di lokasi, banjir rob mulai menggenangi Jalan RE Martadinata sejak pukul 07.30 WIB. Ketinggian air di sejumlah titik bervariasi, berkisar antara 10 hingga 30 sentimeter.

Baca juga: Banjir Rob Kembali Genangi Jalan RE Martadinata Depan JIS, Air Capai 30 Cm

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Untung mengatakan, genangan air biasanya baru surut setelah dilakukan penyedotan oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara.

"Surutnya jam 14.00-an atau jam 13.00 WIB. Disedot SDA tapi volume airnya juga tinggi udah tiga hari ini," ucap Untung.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hendak Cari Makan, Wanita Tewas Tersambar KRL Bogor-Jakarta di Cikoko
• 21 jam lalujpnn.com
thumb
Sadis, Pelaku Peragakan Sayat Leher Cucu Mpok Nori saat Rekonstruksi
• 3 jam laluokezone.com
thumb
Bea Cukai Fasilitasi Pemulangan Jenazah Prajurit TNI Anggota UNIFIL dengan Layanan Ini
• 6 jam lalujpnn.com
thumb
Suasana Haru di Lanud Adisutjipto, Sultan HB X dan Wakil Panglima TNI Sambut Jenazah Farizal
• 53 menit lalurepublika.co.id
thumb
Lonjakan Penumpang KAI saat Long Weekend Paskah, Okupansi Tembus 97%
• 21 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.