FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Salah satu kader Nadhatul Ulama (NU), Umar Hasibuan atau Gus Umar memberi saran dan peringatan ke Presiden Prabowo Subianto.
Hal ini berkaitan dengan pembuatan sumur bor di lokasi bencana alam.
Lewat unggahan di media sosial X pribadinya, Umar Hasibuan memberikan contoh pembuatan sumur di lokasi bencana.
Di mana, ia menyebut warga berhasil membuat sumur sedalam 100 meter dengan biaya Rp15 juta.
“Pak @prabowo nih bapak ini bikin sumur bor di lokasi bencana 15 juta untuk 100 meter,” tulisnya dikutip Minggu (4/1/2025).
Umar meminta ke BPNB untuk belajar terkait hal ini agar tidak mengeluarkan biaya yang mahal.
“Suruh kepala BNPB belajar sm bapak ini bikin sumur bor biar gak semahal yg dia bilang pak bowo,” tuturnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Donny Pramono menjelaskan, biaya sumur bor yang mencapai Rp150 juta itu tidak mahal.
Dia mengatakan, pembangunan sumur bor yang dimaksud Jenderal Maruli adalah di Desa Tipar, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Biaya sumur bor yang dikerjakan personel TNI AD tersebut mampu menjangkau 500 kepala keluarga (KK).
“Kalau secara rinci biayanya segitu, tapi sebesar itu program di Banyumas yang diresmikan Bapak KSAD, ini wajar,” kata Donny.
Dia pun meminta publik tidak beranggapan, biaya Rp150 juta itu hanya untuk satu rumah.
Menurut Donny, program sumur bor yang sudah dijalankan KSAD adalah pompa hidram (hydraulic ram pump) yang saluran airnya juga bisa untuk irigasi. (Erfyansyah/Fajar)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5461740/original/090215100_1767436894-1.jpg)
/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F10%2F17%2F8596e092ca4daf596120e268db86c6f4-20251017AGS_15.jpg)