Karawang (ANTARA) - PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) terus melakukan pemantauan intensif terhadap pergerakan lalu lintas pada arus balik libur Tahun Baru 2026 di Tol Jakarta-Cikampek.
VP Corporate Secretary and Legal PT JTT Ria Marlinda Paallo di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Sabtu, mengatakan peningkatan volume kendaraan dari wilayah timur menuju barat Trans Jawa sudah terpantau di Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama, sejak pukul 06.00 WIB.
Ia mengatakan pemantauan arus lalu lintas untuk memastikan kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan perjalanan pengguna jalan tol.
Pihaknya memantau dinamika lalu lintas secara seketika dengan memastikan seluruh layanan operasional siap melayani pengguna jalan, mulai dari kesiapan gardu transaksi, petugas di lapangan, hingga pengaturan lalu lintas secara terpadu.
Baca juga: InJourney pastikan kesiapan 37 Bandara hadapi arus balin Nataru
Berdasarkan hasil pemantauan lalu lintas, pada sif 1 (pukul 06.00-14.00 WIB), tanggal 4 Januari 2026 tercatat 11.484 kendaraan melintas dari wilayah timur Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama atau meningkat 55,11 persen dibandingkan dengan kondisi lalu lintas normal 7.404 kendaraan.
Sebagai bentuk kesiapan menghadapi arus balik, JTT mengoptimalkan layanan transaksi di gerbang tol utama, khususnya melalui pengaturan operasional di GT Cikampek Utama dengan mengoperasikan 18 gardu transaksi ke arah Jakarta dan 12 gardu transaksi ke arah Trans Jawa.
Upaya ini didukung dengan peningkatan kesiapsiagaan petugas operasional dan layanan lalu lintas, serta koordinasi intensif dengan kepolisian Patroli Jalan Raya dan instansi terkait, demi menjaga kelancaran arus kendaraan di seluruh segmen Trans Jawa.
Selain itu, JTT memastikan kesiapan fasilitas pendukung perjalanan, termasuk area rehat, rambu lalu lintas, dan layanan informasi perjalanan.
Informasi terkini disampaikan secara berkala melalui Dynamic Message Sign (DMS), media sosial resmi, serta kanal informasi Jasa Marga Group agar pengguna jalan dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik.
JTT mengimbau pengguna jalan mengatur waktu perjalanan, memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima, serta mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan.
Baca juga: Ribuan penumpang tiba di Terminal Tanjung Priok pada arus balik Nataru
Baca juga: ASDP: Arus balik Nataru terkendali, logistik nasional tetap bergerak
VP Corporate Secretary and Legal PT JTT Ria Marlinda Paallo di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Sabtu, mengatakan peningkatan volume kendaraan dari wilayah timur menuju barat Trans Jawa sudah terpantau di Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama, sejak pukul 06.00 WIB.
Ia mengatakan pemantauan arus lalu lintas untuk memastikan kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan perjalanan pengguna jalan tol.
Pihaknya memantau dinamika lalu lintas secara seketika dengan memastikan seluruh layanan operasional siap melayani pengguna jalan, mulai dari kesiapan gardu transaksi, petugas di lapangan, hingga pengaturan lalu lintas secara terpadu.
Baca juga: InJourney pastikan kesiapan 37 Bandara hadapi arus balin Nataru
Berdasarkan hasil pemantauan lalu lintas, pada sif 1 (pukul 06.00-14.00 WIB), tanggal 4 Januari 2026 tercatat 11.484 kendaraan melintas dari wilayah timur Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama atau meningkat 55,11 persen dibandingkan dengan kondisi lalu lintas normal 7.404 kendaraan.
Sebagai bentuk kesiapan menghadapi arus balik, JTT mengoptimalkan layanan transaksi di gerbang tol utama, khususnya melalui pengaturan operasional di GT Cikampek Utama dengan mengoperasikan 18 gardu transaksi ke arah Jakarta dan 12 gardu transaksi ke arah Trans Jawa.
Upaya ini didukung dengan peningkatan kesiapsiagaan petugas operasional dan layanan lalu lintas, serta koordinasi intensif dengan kepolisian Patroli Jalan Raya dan instansi terkait, demi menjaga kelancaran arus kendaraan di seluruh segmen Trans Jawa.
Selain itu, JTT memastikan kesiapan fasilitas pendukung perjalanan, termasuk area rehat, rambu lalu lintas, dan layanan informasi perjalanan.
Informasi terkini disampaikan secara berkala melalui Dynamic Message Sign (DMS), media sosial resmi, serta kanal informasi Jasa Marga Group agar pengguna jalan dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik.
JTT mengimbau pengguna jalan mengatur waktu perjalanan, memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima, serta mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan.
Baca juga: Ribuan penumpang tiba di Terminal Tanjung Priok pada arus balik Nataru
Baca juga: ASDP: Arus balik Nataru terkendali, logistik nasional tetap bergerak





