Di Tengah Tekanan Ekonomi, KFC dan Pizza Hut di Negara Ini Sepakat Merger

republika.co.id
2 hari lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Devyani International, perusahaan yang dikendalikan miliarder sektor makanan cepat saji dan minuman Ravi Jaipuria, akan menggabungkan jaringan KFC dan Pizza Hut di India melalui merger dengan Sapphire Foods India. Langkah konsolidasi ini dilakukan di tengah persaingan yang semakin ketat di negara dengan populasi terbesar di dunia tersebut.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1754473276648-0'); });

Berdasarkan kesepakatan itu, Devyani akan menerbitkan 177 saham untuk setiap 100 saham Sapphire Foods, sebagaimana disampaikan dalam keterbukaan informasi bursa pada Kamis (1/1/2026). Secara keseluruhan, Devyani akan menerbitkan 568,85 juta saham baru, yang menilai transaksi tersebut sekitar 83,9 miliar rupee atau setara 931 juta dolar AS, sekitar Rp 14,5 triliun, mengacu pada harga penutupan saham Devyani sebesar 147,43 rupee per saham.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Baca Juga
  • Omzet Malam Tahun Baru Rp 1,45 Miliar, Ancol Donasikan Rp 150 Juta untuk Korban Bencana
  • Hadapi Arus Balik Nataru, PLN Siagakan 4.516 SPKLU di Seluruh Indonesia
  • Pakar: Kasus Gagal Bayar DSI Langgar Prinsip Amanah Syariah

“Kombinasi ini memungkinkan kami meraih skala ekonomi yang signifikan, memanfaatkan platform teknologi terintegrasi, serta memperkuat kemampuan rantai pasok,” ujar Ravi Jaipuria, ketua non-eksekutif Devyani International, dalam pernyataan resmi, dikutip dari laman Forbes.

Kesepakatan tersebut masih menunggu persetujuan regulator dan diperkirakan rampung dalam waktu 15 bulan. Setelah merger selesai, Devyani akan mengoperasikan sekitar 3.000 gerai di India dan sejumlah pasar luar negeri, termasuk Thailand, Nigeria, Nepal, dan Sri Lanka.

'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}

Perusahaan hasil penggabungan akan memfokuskan ekspansi pada jaringan KFC dan Pizza Hut, sembari mengembangkan merek lain dalam portofolionya, termasuk Costa Coffee.

Secara terpisah, Devyani juga akan membayar Yum! India sebesar 900 juta rupee atau sekitar Rp 170 miliar untuk mengakuisisi 19 gerai KFC di Hyderabad. Selain itu, Devyani akan membayarkan 3,2 miliar rupee atau sekitar Rp 600 miliar kepada Yum! India sebagai biaya lisensi untuk menyetujui merger sekaligus memperluas wilayah operasional perusahaan.

Dengan perkiraan kekayaan bersih mencapai 13,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp 205 triliun berdasarkan data real-time Forbes, Ravi Jaipuria termasuk jajaran orang terkaya di India. Ia dikenal sebagai “raja kola” India karena Varun Beverages miliknya merupakan salah satu perusahaan pembotolan PepsiCo terbesar di luar Amerika Serikat. Melalui RJ Corp. yang didirikannya lebih dari tiga dekade lalu, Jaipuria juga memiliki bisnis di sektor kesehatan dan pendidikan.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1676653185198-0'); });

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bupati Cirebon Ikuti Arahan KDM: Kebun Sawit Diganti Jadi Mangga
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Rodriguez Tegaskan Venezuela Tak Dikendalikan Agen Asing, Peran AS Belum Jelas
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jadi Korban Tendangan Brutal, Pemain Perseta Alami Retak Tulang Rusuk
• 3 jam lalugenpi.co
thumb
Saksi Kasus Chromebook Akui Terima USD 7 Ribu Meski Tak Lagi Menjabat
• 11 jam laludetik.com
thumb
MUI Dukung Pilkada Melalui DPRD: Sesuai Ijtima Ulama 2012
• 2 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.