Penulis: Intan Kw
TVRINews, Jakarta
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah terdampak bencana di tiga provinsi Sumatra secara umum mulai menunjukkan pemulihan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, di Provinsi Aceh, khususnya kawasan pesisir timur dan pesisir barat, seluruh SPBU telah kembali beroperasi dan distribusi BBM berjalan normal.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah wilayah yang memerlukan optimalisasi distribusi BBM, terutama di Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues.
"Hanya memang kita lihat kembali di daerah tengah ini Bener Meriah, Aceh Tengah dan Gayo Lues itu masih ada beberapa," kata Abdul Muhari dalam konferensi persnya secara daring, Minggu, 4 Januari 2026.
Abdul Muhari menjelaskan, di Kabupaten Aceh Tengah masih terdapat empat SPBU yang dalam proses untuk kembali berfungsi penuh. Sementara itu, di Bener Meriah dan Kota Langsa, SPBU telah beroperasi, namun ketersediaan stok BBM masih dalam tahap pemulihan.
Ia menambahkan, pasokan BBM ke Bener Meriah saat ini masih dilakukan melalui distribusi udara. Adapun di Kabupaten Gayo Lues, masih terdapat satu SPBU yang belum sepenuhnya beroperasi dan terus diupayakan agar segera kembali normal.
"Bener Meriah ini stok di BBM masih kita dropping via udara sedangkan untuk Gayo Lues itu masih ada satu SPBU yang masih dalam proses untuk kembali berfungsi," ucapnya.
Selain Aceh, BNPB juga mencatat kondisi ketersediaan BBM di wilayah Sumatera Utara. Saat ini, optimalisasi distribusi BBM masih difokuskan di Kabupaten Tapanuli Selatan.
"Kemudian peta ketersediaan BBM, ini hanya di Tapanuli Selatan yang saat ini mungkin masih terus dilakukan optimalisasi," ujarnya.
Berbeda dengan Aceh dan Sumatera Utara, BNPB memastikan tidak terdapat gangguan distribusi BBM maupun LPG di wilayah Sumatera Barat. Seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut dinilai memiliki stok energi yang memadai.
"BBM dan LPG, saat ini tidak ada gangguan di Sumatera Barat," imbuhnya.
Abdul Muhari menuturkan, pemulihan akses darat menjadi faktor kunci dalam kelancaran distribusi energi. Dengan terbukanya jalur transportasi, distribusi BBM dan LPG menggunakan truk tangki dipastikan dapat menjangkau seluruh wilayah secara optimal.
"Sekali lagi kalau misalkan akses darat itu sudah pulih secara otomatis, juga distribusi menggunakan baik itu truk BBM maupun truk pengangkut LPG itu pasti akan bisa menjangkau seluruh Kabupaten dan kota. Artinya di Sumatera Barat saat ini untuk BBM dan LPG di semua Kabupaten itu stok memadai," tuturnya.
Editor: Redaktur TVRINews




