Grid.ID - Aktor Yama Carlos tak bisa menyembunyikan amarahnya. Di tengah situasi mencekam akibat teror digital dan kiriman paket COD fiktif yang menyerang keluarganya, ia justru harus menelan pil pahit dituding melakukan settingan atau rekayasa.
Sejumlah netizen menuduh kejadian tersebut sengaja dibuat demi mendongkrak popularitas sang aktor. Padahal, teror yang dialami Yama Carlos terbilang sadis karena menyasar psikis orang-orang terdekat, mulai dari istri, ibu teman, hingga nenek dari anaknya.
Kejadian ini bermula pasca Yama Carlos mengunggah video satire yang menyentil penanganan banjir di wilayah Sumatera pada akhir Desember lalu. Ia menegaskan, tidak ada orang waras yang tega menjadikan ibu dan anak sendiri sebagai objek teror hanya demi ketenaran.
"Itu masih ada orang yang bilang ini settingan lah, ini rekayasa lah. Gila nggak? Ini mau cari tenar lah. Nggak ada otak-otaknya tuh orang," kata Yama Carlos sepeeti Grid.ID kutip dari YouTube Reyben Entertainment, Minggu (4/1/2026).
Yama menantang para netizen yang berkomentar negatif untuk menggunakan hati nurani dan empati mereka.
"Minimal kalau lu nggak punya rasa empati, jangan berpikiran seperti itu lah. Kebayang nggak kalau itu terjadi di mamah kamu, ibu kamu, anak kamu yang perempuan?" tantangnya.
Kendati merasa sangat terancam dan marah, Yama Carlos mengaku berada di persimpangan jalan terkait langkah hukum. Ada keraguan besar di benak sang aktor untuk melaporkan kasus ini ke pihak berwajib.
Bintang film Rambut Kafan tersebut ragu apakah teror yang menyerang mental dan psikis bisa diproses secara hukum. Apalagi, belum ada kerugian materiil yang masif atau kerusakan fisik.
"Keinginan untuk melapor tuh ada Mas, sangat ada. Cuman pertanyaannya, apakah nanti laporan saya ini dapat diproses?" ungkap Yama.
Ia menyadari bahwa dalam banyak kasus, bukti fisik atau kerugian uang seringkali menjadi syarat utama. Sementara yang ia alami adalah serangan psikologis yang intens.
"Apakah rasa ketakutan, rasa kecemasan saya juga bisa dijadikan bukti supaya laporan saya diproses? Saya juga belum tahu tuh," tambahnya.
Baca Juga: Nyawa Orang Tercinta Dipertaruhkan, Yama Carlos Diteror COD Fiktif Jutaan Rupiah, Diduga Buntut Video Satire Banjir!
Yama membandingkan kasusnya dengan rekan artis lain yang mungkin propertinya sudah disenggol atau dirusak, sehingga lebih mudah diproses hukum.
"Kalau saya, ya kan, saya juga ragu Mas. Bukannya mau percaya atau nggak percaya (sama polisi), cuman ya gimana ya?" keluh aktor 45 tahun itu.
Sebagai informasi, teror ini diduga kuat dipicu oleh konten kritis Yama Carlos. Pada 24 Desember, Yama mengunggah video yang menyoroti kondisi banjir di Riau, Sumatera. Video tersebut dikemas dengan gaya satire seolah-olah sedang berwisata air, sebagai bentuk kritik atas lambannya penanganan bencana.
Tepat sehari setelahnya, teror dimulai. Penteror menuntut Yama menghapus konten tersebut dengan ancaman yang menyasar keluarga.
Hingga kini, Yama memilih untuk fokus menjaga keselamatan keluarganya meski harus memendam rasa geram akibat tuduhan tak berdasar dan ketidakpastian perlindungan hukum.(*)
Artikel Asli



