JAKARTA, DISWAY.ID - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mendesak Amerika Serikat untuk segera membebaskan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya.
Anwar menyebut penangkapan Maduro merupakan pelanggaran hukum internasional.
BACA JUGA:Connie Bakrie soal Invasi AS ke Venezuela: Ketika Perang Memaksa Dunia Membentuk Aliansi Baru
BACA JUGA:Dikawal FBI, Nicolas Maduro Dibawa ke Pangkalan Militer AS di New York
“Tindakan tersebut merupakan pelanggaran yang nyata terhadap hukum internasional dan merupakan penggunaan kekuatan yang tidak sah terhadap sebuah negara berdaulat. Presiden Maduro dan istrinya harus segera dibebaskan tanpa penundaan yang tidak semestinya,” kata Anwar dalam keterangannya, Minggu, 4 Januari 2026.
Menurutnya, penangkapan kepala pemerintahan yang masih menjabat melalui tindakan eksternal dapat menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan antarnegara.
“Apa pun alasannya, pemaksaan penggulingan seorang kepala pemerintahan yang sedang menjabat melalui tindakan eksternal menetapkan preseden yang berbahaya,” tegasnya.
BACA JUGA:Kapan Tiket Kereta Lebaran 2026 Dibuka KAI? Cek Prediksi Jadwal Penjualan di Sini
BACA JUGA:Basarnas Pastikan Jasad Pria yang Ditemukan di Perairan Pulau Rinca Adalah Pelatih Valencia
Ia menilai tindakan tersebut berpotensi merusak tatanan internasional yang selama ini dibangun berdasarkan penghormatan terhadap hukum dan kedaulatan negara.
“Hal ini mengikis pembatasan-pembatasan mendasar dalam penggunaan kekuasaan antarnegara serta melemahkan kerangka hukum yang menopang tatanan internasional,” kata Anwar.
Lebih lanjut, Anwar menekankan bahwa masa depan politik Venezuela seharusnya ditentukan oleh rakyatnya sendiri, bukan melalui campur tangan kekuatan asing.
“Sudah seharusnya rakyat Venezuela yang menentukan masa depan politik mereka sendiri. Seperti yang telah ditunjukkan oleh sejarah, perubahan kepemimpinan secara mendadak akibat kekuatan eksternal justru membawa lebih banyak mudarat daripada manfaat,” ujarnya.
BACA JUGA:Trump Rilis Foto Nicolas Maduro di Kapal USS Iwo Jima: Mata Ditutup, Tangan Diborgol
"Terlebih di negara yang telah lama bergulat dengan kesulitan ekonomi berkepanjangan dan tekanan sosial yang mendalam," sambungnya.
- 1
- 2
- »





